TOBOALI, KABARBABEL.COM – Sekitar 389 orang di sejumlah daerah di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terpapar leptospirosis sepanjang tahun 2022. Dari jumlah tersebut, sebanyak 55 orang atau sekitar 14 persennya meninggal.
Tenaga kesehatan diminta peka dalam mendeteksi pasien supaya penanganan tidak terlambat dan risiko kematian bisa ditekan. Kepala DKPPB Basel Agus Pranawa turut merespon berita ihwal penyebaran leptospirosis itu.
Sejauh ini, pihaknya belum mendapat laporan dari fasilitas-fasilitas kesehatan di Basel adanya pasien yang terpapar leptospirosis. Dirinya berharap kasus yang membuat banyak orang meninggal itu tidak terjadi di Basel.
Mantan Direktur RSUD Basel tersebut mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan. Salah satunya rajin mencuci tangan dan kaki setelah beraktivitas di luar rumah.
“Sering pake alas kaki dan tangan saat beraktivitas atau bekerja di lapangan. Kemudian menutupi makanan setelah dimasak sehingga kita bisa mencegah terkontaminasi penyakit leptospirosis ini,” ujar Agus Pranawa, Selasa (1/11) pagi.
Dia mengatakan penyakit leptospirosis ini berasal dari bakteri leptospira. Dia menyebar melalui air seni hewan yang terinfeksi. Kondisi ini tentunya sangat dekat dengan masyarakat karena dari hewan yang sering dijumpai.
“Ini berasal dari urine anjing, babi, tikus yang dapat menyebar melalui kaki dan tangan kita saat beraktivitas karena tidak menggunakan alas. Ini harus betul diwaspadai karena virus ini dapat menyebabkan kematian,” ujarnya.
Biasanya, gejala awal yang ditimbulkan pada saat terinfeksi virus ini manusia akan menderita gejala demam, pusing, mual, diare disertai mata menguning. Untuk itu dirinya meminta masyarakat memahami gejala yang disebutkan itu.
“Jadi kalau masyarakat ada yang alami gejala ini kami minta untuk segera berkonsultasi dengan fasilitas-fasilitas kesehatan agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Memang harus diwaspadai betul-betul ini, selalu jaga kebersihan,” ujarnya.
Dia menuturkan, untuk mencegah virus leptospirosis ini terjadi di Basel pihaknya berencana akan melakukan kegiatan sosialisasi ke masyarakat meskipun hingga saat ini belum didapat laporan masyarakat terinfeksi.
Sekadar informasi tambahan penyakit leptospirosis ialah penyakit bakteri menyebar melalui air seni hewan yang terinfeksi. Manusia bisa terkena leptospirosis melalui kontak langsung dengan urine hewan yang terinfeksi.
Atau melalui air, tanah, atau makanan yang terkontaminasi urine hewan. Kondisi ini paling umum terjadi di iklim hangat.(dev)
