IMG 20220311 WA0040IMG 20220311 WA0040

TOBOALI, KABARBABEL.COM – Polres Bangka Selatan mengundang disperindag setempat dan perwakilan dari masing-masing outlet yang ada di Kecamatan Toboali untuk membahas dan menangani problema minyak goreng yang sedang terjadi di daerah itu.

Rakor yang digelar pada Jumat (11/3) petang di ruang Rajawali Polres Basel tersebut terpantau dipimpin langsung oleh Wakapolres Basel Kompol Ricky Dwiraya Putra dan Kabag Ops Kompol Albert Daniel Tampubolon.

Pasca rapat, Wakapolres Basel Kompol Ricky Dwiraya Putra mengungkapkan, rapat ini difokuskan untuk membahas dan menata pola pendistribusian minyak goreng kepada masyarakat dan langkah-langkah apa saja nantinya yang akan diambil.

“Jadi hasil rapat tadi semua sepakat pada saat pendistribusian minyak goreng nanti akan menggunakan kupon dan akan dilakukan dengan serentak serta porsi dari masing-masing toko atau outletnya sama,” ujar Kompol Ricky.

Mantan Kapolsek Koba, Polres Bateng ini menambahkan, dalam artian pola pendistribusian minyak goreng mulai besok dan seterusnya akan dilakukan pada jam yang sama dan jumlah minyak yang didistribusikan tersebut sama serta merata.

“Langkah ini kita sepakati agar dapat memecah konsentrasi masyarakat sehingga tidak terjadi kerumunan massa dan insya allah pola ini dilakukan sampai distribusi minyak kembali normal dan tidak ada lagi kendala,” katanya.

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat di Basel khsususnya yang berada di wilayah Kecamatan Toboali agar tidak perlu panik karena minyak goreng akan selalu didistribusikan setiap harinya meski jumlahnya agak sedikit berkurang dari biasanya.

“Jangan panik sampai semuanya akan kembali normal. Nanti kita juga akan tempatkan personel polres di setiap outlet pada saat pendistribusian minyak untuk mengantisipasi agar tertata rapi dan tidak terjadi keributan,” lanjut bapak tiga anak itu.

Namun demikian, pola yang diterapkan sementara ini akan tetap dilakukan evaluasi bilamana nantinya di lapangan terjadi kendala dan gangguan kamtibmas. Hal senada juga dikatakan Sekretaris Disperindagkop Basel Toni.

“Untuk mekanisme pendistribusiannya hasil rakor kita dengan pihak polres hari ini, mulai besok dan serentak ada 11 outlet yang akan mendistribusikan minyak goreng di wilayah Basel dengan sistem kupon dan jumlah yang diatur masing-masing outlet,” ungkapnya.

Menurut Toni, pendistribusian minyak goreng yang hanya dilakukan di 11 outlet tersebut bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan yang berkepanjangan. Serta mencegah penjualan minyak diatas harga eceran tertinggi (HET).

“Kita yang tergabung dalam satgas pangan dengan pihak polres setiap hari tetap kita lakukan pemantauan pendistribusian minyak goreng ini di lapangan. Dan terus mengevaluasi jika ada sesuatu hal yang memang harus kita evaluasi,” kata dia.(dev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *