TOBOALI, KABARBABEL.COM – Hingga saat ini identitas mayat yang ditemukan nelayan di perairan Tanjung Merun, Kecamatan Leparpongok, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih belum diketahui.
Kasatpolairud Polres Basel Iptu Rio Pranata Tarigan seizin Kapolres AKBP Joko Isnawan mengatakan saat ini mayat yang ditemukan nelayan pada Selasa (30/8) kemarin masih berada di ruang jenazah RSUD kabupaten.
“Untuk hasil visum belum diketahui ya apakah ada tanda-tanda kekerasan atau tidak. Karena kondisi dari organ mayat sudah rusak seperti pada bagian kepala, jari tangan dan kaki,” ujar Iptu Rio, Rabu (31/8) siang.
Rio menuturkan saat ini pihaknya akan berkoordinasi dengan satreskrim untuk dilakukan identifikasi terhadap mayat oleh unit ident. Rio menyebutkan untuk ciri-ciri mayat yang ditemukan tersebut yakni berjenis kelamin laki-laki.
“Dengan tinggi badan 170 centi dan menggunakan pakaian warna merah, celana pendek merek Mizuno dan celana dalam merk Guest. Sampai saat ini belum ada keluarga yang melapor ada anggota keluarga yang hilang,” sebutnya.
Untuk itu, Rio menghimbau kepada seluruh masyarakat Basel apabila mengetahui identitas dari korban, atau ada yang merasa kehilangan anggota keluarga agar dapat menghubungi pihaknya.
Sebelumnya Sulham (34) nelayan asal Desa Sadai menemukan sesosok mayat mengapung di Perairan Tanjung Merun Kecamatan Leparpongok pada Selasa (30/8) saat hendak mencari cumi diperairan Karang Air.
Dengan adanya penemuan mayat tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Polairud Polda Babel, Satpolairud Polres Basel dan Posmat TNI AL Sadai melakukan evakuasi terhadap mayat.
Mayat yang berhasil dilakukan evakuasi langsung dibawa ke RSUD Basel untuk dilakukan visum. Namun hingga saat ini identitas dari mayat masih belum diketahui.(dev)
