IMG 20220614 WA0073IMG 20220614 WA0073

TOBOALI, KABARBABEL.COM – Sistem pembibitan benih sempat menjadi kendala utama yang dihadapi oleh peternak ikan air tawar yang ada di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada saat ini.

Oleh karena itu, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Basel melalui penyuluh perikanan terus gencar memberikan sosialisasi kepada para pembudidaya ikan air tawar guna mencegah hal ini tidak terjadi lagi.

Kata Kabid Perikanan DPPP Basel Joe Roberto Sihombing, memang saat ini pemerintah daerah sedang gencarnya meningkatkan produksi ikan air tawar dan payau dengan mensosialisasikan tata cara budi daya ikan yang baik dan benar.

“Sistem manajemen pemberian pakan juga menjadi fokus kita lewat penyuluh untuk menyampaikan metode-metode yang tepat kepada para pelaku budidaya ikan melalui kelempok pembudidaya ikan,” ujarnya, Selasa (13/6).

Menurut dia, upaya yang dilakukan pihak perikanan saat ini membuahkan hasil yang cukup bagus. Dimana kelompok ikan yang sudah panen raya seperti di Desa Airbara dan Pangkal Buluh bisa mencapai 1 ton per 3 bulan.

Selain itu, pihaknya kini sudah mengakomodir kebutuhan pembudidaya ikan melalui dana DAK maupun APBD, berupa bantuan benih ikan, waring, drum, dan pakan ikan.

“Saya berharap hal ini dapat melirik minat masyarakat agar mau budidaya ikan serta tidak hanya fokus pada tangkap laut dan berkebun. Karena peluang investasi budidaya ikan air tawar juga ada,” ujarnya.

Sementara ini, kata dia hasil produksi budi daya ikan air tawar dan air payau pada Januari hingga Maret triwulan pertama tahun 2022 ini mencapai 463,1 Ton dan hasil produksi triwulan pertama tahun 2021sekitar 26 Ton.

Untuk peningkatan hasil produksi budidaya air tawar tahun ini meliputi sektor ikan lele, nila dan gurame. Kalau budi daya air payau itu pada sektor udang vaname.

“Tahun 2021 lalu hasil produksi ikan air tawar dan payau mengalami penurunan, jika dibandingkan tahun 2022 ini hasil produksinya meningkat signifikan karena tahun ini data hasil budi daya air payau jenis udang baru dilakukan pendataan,” ujarnya.(dev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *