TOBOALI, KABARBABEL.COM – Perusahaan tambak udang CV Dunia Vaname yang beraktifitas di kawasan Merbau, Kelurahan Tanjungketapang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) diminta untuk lebih terbuka kepada masyarakat dengan melakukan sosialisasi.

Salah seorang warga terdampak Joni Zuhri menyayangkan belum adanya sosialisasi pengerjaan saluran pipa pemanfaatan air laut melalui hutan bakau di daearah tersebut yang dikerjakan pihak perusahaan hingga dihentikan oleh warga.

“Sebenarnya sudah dari awal kita minta dulu diadakan pertemuan ke masyarakat terkait rencana pemasangan pipa oleh CV Dunia Vaname, tapi tidak digubris. Tahu-tahu sudah terjadi kegiatan di lapangan,” ujarnya, Kamis (1/4).

Lucunya pula, kata Joni perusahaan sudah mengantongi izin namun tidak melakukan kegiatan sosialisasi. Pihaknya tidak anti investasi namun investasi harus terbuka dan bermanfaat bagi masyarakat serta mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

Perwakilan dari CV Dunia Vaname Agus Nurdin mengakui jika perusahaan belum melakukan sosialisasi. Untuk itu dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan dalam waktu dekat akan segera dilakukan kegiatan sosialisasi.

“Kami memang sudah mengantongi izin namun kami meminta maaf nanti setelah ini kami akan lakukan sosialisasi. intinya kita juga ingin perusahaan kita memberikan manfaat bagi masyarakat terutama masyarakat terdampak,” katanya.

Atas aspirasi yang telah disampaikan oleh masyarakat terdampak, Camat Toboali Sumindar mengharapkan agar pihak perusahaan CV Dunia Vaname agar bisa lebih terbuka dengan masyarakat dengan melakukan sosialisasi.

“Saya tentunya berharap agar perusahaan bisa melakukan sosialisasi sebagai bentuk keterbukaan dan hak-hak masyarakat seperti yang telah diatur undang-undang agar bisa dipenuhi semoga. Investasi ini diharapkan dapat berjalan dengan kondusif,” jelasnya.(dev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *