Pangkalpinang — Sales Area Manager Bangka Belitung, Satriyo Wibowo Wicaksono memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bangka Belitung dalam kondisi aman, meski di lapangan terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU.
Ia menyebut ketersediaan BBM di terminal cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tujuh hari ke depan.
“Stok BBM kita aman sampai tujuh hari ke depan. Jadi tidak ada masalah dari sisi pasokan,” ujarnya.
Menurutnya, antrean panjang lebih disebabkan oleh perilaku pembelian berulang oleh oknum tertentu, termasuk pelangsir, yang memanfaatkan situasi kepanikan masyarakat.
“Kami menemukan banyak kendaraan melakukan pengisian berulang, menggunakan QR Code ganda bahkan nomor polisi palsu dan berpindah-pindah SPBU,” ungkapnya.
Dari hasil pemantauan, Pertamina telah memblokir hampir 500 kendaraan yang terindikasi melakukan pelanggaran tersebut.
Selain itu, Pertamina juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk membantu pengamanan antrean serta mencegah penyalahgunaan distribusi BBM.
“Kami sudah koordinasi dengan Kapolda agar antrean lebih tertib dan tidak dimanfaatkan oleh oknum,” katanya.
Pertamina juga memberikan sanksi kepada sejumlah SPBU yang tidak patuh terhadap aturan penyaluran, termasuk penghentian sementara distribusi BBM.
“SPBU yang tidak patuh tidak kami kirim pasokan sementara waktu sampai mereka memenuhi ketentuan,” tegasnya.
Di sisi lain, konsumsi BBM subsidi jenis Pertalite tercatat meningkat sekitar 7–8 persen dari kondisi normal, seiring peralihan masyarakat dari BBM non-subsidi.
Pertamina mengimbau,masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan karena dapat memperparah kondisi antrean di lapangan.
“Kalau masyarakat panik dan membeli berlebihan, stok sebanyak apa pun tidak akan cukup,” pungkasnya. (*/)
