TOBOALI, KABARBABEL.COM – Hingga pekan kedua di bulan November tahun 2022 sedikitnya ada enam orang di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meninggal dunia usai terjangkit penyakit Tuberculosis (TBC).

Hal ini disampaikan langsung Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Basel Slamet Wahidin ketika dikonfirmasi wartawan pada Sabtu (12/11) pagi.

“Jadi ada enam pasien yang meninggal dari total 159 pasien terpapar sesuai data yang kita himpun sejak Januari hingga pekan kedua November 2022. Untuk daerah yang paling banyak penderita TB saat ini didominasi dari Kecamatan Toboali, 74 kasus,” ujarnya.

Ia menuturkan, dari 159 orang tersebut 157 diantaranya terpapar TB golongan Sensitif Obat (SO). Ini terjadi pada saat kondisi di mana bakteri Mycobacterium Tuberculosis masih sensitif terhadap obat anti TB. Ketika sudah terpapar, penderita harus menjalani pengobatan.

Selama kurang lebih 6-9 bulan. Slamet menambahkan sisanya terpapar TB paru Resistensi Obat (RO). Terjadi saat bakteri Mycobacterium Tuberculosis telah mengalami kekebalan terhadap obat anti TB. Artinya kedua jenis TB ini memiliki perbedaan masing-masing.

“Jadi kalau SO itu berarti penderita baru ditemukan penyakit TB sedangkan RO artinya dia resisten terhadap obat anti TB dengan terapi sensitif obat. Itu penyebab RO biasanya. Namun RO ini diderita pasien karena dia sendiri yang tidak patuh selama minum obat,” ujarnya.

Sehingga biasanya, disebutkan Slamet pengobatan RO akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Dia mengimbau seluruh masyarakat selalu menjaga pola hidup sehat dan apabila memiliki gejala mengarah ke TBC untuk segera mendatangi faskes setempat.(dev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *