AIRGEGAS, KABARBABEL.COM – Upaya pencarian Bujang (42) warga Desa Airgegas, Kecamatan Airgegas, Bangka Selatan yang dikabarkan hilang pada saat mencari biji timah di daerah itu belum membuahkan hasil. Padahal, segala upaya telah dilakukan.
Untuk itu, pencarian akan dilanjutkan kembali pada Sabtu (15/4) esok seperti disampaikan Kades Airgegas Masri. Dia menyebutkan, besok upaya pencarian akan mengerahkan 2 unit mesin fuso untuk menyedot air kolong.
“Hasil koordinasi dengan tim, PT Timah selaku pemilik IUP, pemilik tambang bahwa pencarian akan dilanjutkan esok pagi. Kita akan turunkan 2 unit mesin fuso, semoga ini akan membuahkan hasil,” ujarnya, Jumat (15/4) malam.
Masri menyebut informasi hilangnya korban berawal dari adanya panggilan telepon dari istri korban pada Kamis (14/4) malam. Kemudian dia langsung bergerak malam itu juga ke rumah korban dan memastikan kebenarannya.
“Setengah sembilan tadi malam saya dihubungi istri korban bahwa korban belum ada pulang ke rumah setelah seharian mencari timah. Biasanya hari Kamis korban sudah pulang paling lama jam 1 siang,” kata Masri.
Setelah itu, dia kemudian meneruskan informasi itu kepada warga yang lain untuk bersama-sama menuju ke lokasi. Meskipun disisi lain, sudah ada 15 orang yang telah bergerak terlebih dulu ke lokasi usai menerima kabar dari istri korban.
“Jadi kami tidak pulang tadi malam itu sampai pagi. Ada ratusan masyarakat juga yang ikut mencari korban di area hutan sekitar lokasi maupun di dalam kolong dengan alat seadanya namun tidak membuahkan hasil,” lanjut Masri.
Tadi pagi, dia kemudian menghubungi Kantor SAR Kota Pangkalpinang dan Tim BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk meminta pertolongan ihwal hilangnya korban. Tidak lama kemudian tim tiba di Desa Airgegas.
“Kemudian mereka kita arahkan ke TKP dan melanjutkan pencarian. Empat titik di kolong sudah dilaksanakan pencarian oleh tim basarnas bersama pihak lainnya dan masyarakat namun sampai tadi sore belum membuahkan hasil,” kata dia.
“Kita juga sempat menurunkan alat berat buang air ke aliran sungai supaya airnya surut, siapa tahu korban bisa naik. Sempat juga dilakukan manuver menggunakan speed supaya airnya bergelombang namun belum ada hasil,” tambahnya.
#Korban Diduga Tenggelam di Kolong Tambang
Dugaan sementara penyebab korban hilang tenggelam di dalam kolong. Pasalnya, sebelum dikabarkan hilang, ada seorang pekerja tambang lainnya sempat bersama dengan korban dan menawarkan makan siang bersama.
“Jadi siang kemarin itu ada pekerja lain sempat bersama dengan korban. Siang itu korban sempat datang ke sana untuk makan siang. Kepada pekerja itu, korban sempat menawarkan makanan yang dia bawa,” kata Kades Airgegas Masri.
Usai makan siang, kata pekerja korban kemudian kembali menuju lokasi kolong. Namun setelah kejadian itu dia tidak lagi melihat keberadaan korban dan korban hingga saat ini belum ditemukan keberadaannya.(dev)

