TOBOALI, KABARBABEL.COM – Semarak hari jadi ke-74 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi kemahasiswaan tertua dan terbesar saat ini turut dirayakan oleh Keluarga Alumni HMI (Kahmi) Cabang Bangka Selatan (Basel) dan HMI Cabang Provinsi Bangka Belitung (Babel) dengan berbagai acara.

Salah satunya adalah dengan menyantuni anak yatim, bakti sosial (Baksos) yang digelar pada Kamis (11/2) siang di Rofftob Coffe Toboali. Turut hadir pada kegiatan ini, pengurus HMI Cabang Babel, Korps HMI Wati (Kohati), senior HMI, para alumni yang tergabung dalam Majelis Daerah Kahmi Basel.

Ketua HMI Cabang Babel Rizqi Khulafahu Shidi menuturkan organisasi yang lahir pada 5 februari 1947 yang diprakarsai oleh Lafran Pane ini telah memasuki usia ke 74 tahun. Diusia tak lagi muda ini telah banyak berkontribusi untuk umat dan bangsa. Dan tetap konsisten merawat keberagaman.

“HMI telah banyak berkontribusi untuk umat, bangsa dan tetap konsisten merawat keberagaman. Mengokohkan semangat ke Islaman dan Kebangsaan. Di Babel sendiri, HMI siap bersinergi dengan siapapun demi kemajuan dan kemaslahatan bangsa terutama kemajuan daerah,” katanya.

Sementara, Ketua Kahmi Basel Syahrullah berharap kader- kader HMI untuk senantiasa hadir memberi solusi yang mencerahkan terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat. Apalagi di era sekarang, informasi-informasi hoax berseliweran diberbagai linimasa medsos.

“Yang kontennya memprovokasi dan bisa berujung pada gangguan disintegrasi bangsa. Selain itu juga kawan-kawan kader HMI untuk tetap kritis terhadap isu nasional maupun lokal, bisa memberikan altenatif terhadap persoalan-persoalan bangsa hari ini,” sebut Syahrullah.

Ia menambahkan, hal ini dilakukan demi termujudnya masyakakat yang adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT sebagai mana yang dicita-citakan HMI. Kahmi Basel pada intinya siap bersinergi membangun daerah dan menjadi mitra penyeimbang pemerintah.

Anggota DPRD Babel H Marsidi Satar yang juga merupakan Alumni HMI Yogyakarta bilang HMI lahir dalam suasana revolusi kemerdekaan. Dia berpesan kepada seluruh kader HMI agar selalu memegang tujuan awal pendirian HMI, dengan membawa identitas ke Islaman.

“Dan ke Indonesiaan saat berada ditengah-tengah masyarakat. Sebagai kader HMI, kita tunggu peran pengabdiannya adik-adik semua, tidak hanya di pemerintahan tapi juga di Babel khususnya dan Indonesia umumnya. Saya bisa jadi seperti ini karena HMI,” katanya.

Marsidi menambahkan, di organisasi HMI ini dirinya banyak belajar bagaimana caranya beragama dan bernegara. Sekali lagi dia mengucapkan Selamat Dies Natalis ke-74 Himpunan Mahasiswa Islam, panjang umur pengkaderan dan yakin usaha sampai.(dev/kbc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *