IMG 20210607 WA0061Bupati Basel Riza Herdavid dan Wakil Bupati Debby Jamro. Foto : Devi/kabarbabel.com

TOBOALI, KABARBABEL.COM – Bupati Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Riza Herdavid meluncurkan program 100 hari kerja dengan tujuan untuk menjadi indikator pragmatis kinerja pembangunan, Senin (7/6) sore di halaman Rumah Kreasi Milenial Basel.

Didampingi Wabup Basel Debby Vita Dewi, Riza mengatakan segala hal yang dilakukan dalam merumuskan kebijakan-kebijakan melalui program 100 hari kerja, tentu menjadi catatan evaluasi bersama meskipun hal ini masih sangat dini.

Namun ia menyadari dan berkomitmen penuh bahwa catatan 100 hari kerja merupakan tolak ukur yang sangat penting dalam mengarungi perjalanan kepemimpinan. Kesejahteraan menjadi indikator penting dalam ketercapaian pembangunan.

Ini menjadi komitmen Riza Herdavid untuk merumuskan kebijakan- kebijakan yang taktis dan humanis guna menjawab permasalahan dan isu-isu strategis pembangunan di Basel dan tidak hanya pada sektor pertumbuhan ekonomi secara makro.

Melalui optimalisasi pembangunan sektor primer seperti sektor pertanian dan perikanan, namun perhatian utama juga pada sektor pendidikan dan kesehatan yang menjadi kunci dalam pembangunan sumber daya manusia Basel yang berkualitas dan unggul.

“Dalam konteks keberpihakan terhadap masyarakat menengah ke bawah, saya telah dan akan tetap berkomitmen mendukung pelaku UKM dimana kita meyakini bahwa sektor ini sekarang dan kedepan akan memberi konstribusi yang sangat penting terhadap ekonomi Basel,” katanya.

Dukungan penuh terhadap sektor UKM ini merupakan jawaban rasional untuk memberikan nilai tambah masyarakat di tengah kondisi pandemi yang masih terus melanda. Di bidang ekonomi, dia bilang pemda akan memfokuskan optimalisasi sektor pertanian dan perikanan.

“Saya dan tim telah bergerak cepat dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur pertanian melalui pembangunan jalan usaha tani, jalan produksi, penyediaan tata air mikro serta optimalisasi lahan pertanian pangan dengan konsep padat karya,” katanya.

Pada sektor perikanan, pembangunan perikanan budidaya air tawar sudah dimulai dan akan terus dikembangkan pada lahan-lahan yang potensial. Riza menyebut kedepan pembangunan sektor pertanian dan perikanan akan dikemas dalam konsep food estate.

Sementara pada sektor perkebunan, ia akan menyiapkan bibit sawit melalui skema pengadaan bibit yang diserahkan kepada pihak desa untuk mengelolanya. Kedepan, lewat instansi terkait akan mengembangkan skema yang lebih efektif.

“Kita akan lakukan kerja sama antara pemerintah dengan investor di usaha perkebunan sawit. Untuk sektor UKM, saya telah memberikan bantuan tunai terhadap beberapa sasaran pelaku UKM terutama yang terdampak langsung terhadap pandemi,” terangnya.

“Seperti pelaku UKM di sekolahan dan untuk kedepan, saya tetap komitmen dalam memberikan dukungan penuh terhadap lapangan usaha ini melalui pendampingan dan bantuan stimulan lainnya. Untuk bidang pendidikan, saya segera memberi dukungan nyata untuk peserta didik baru,” lanjut Riza.

Dukungan yang dimaksud berupa baju seragam dan sarana sekolah lainnya kepada para peserta didik. Ini adalah langkah nyata dengan memberikan perhatian lebih di sektor pendidikan, berlanjut dan terkonsensus dengan jelas dalam dokumen rencana jangka menengah.

“Di bidang kesehatan, saya akan jamin akses berobat gratis untuk masyarakat yang akan dilakukan secara bertahap. Dalam waktu dekat ini, saya bersama tim akan menyiapkan tambahan kuota ke-ikut pesertaan BPJS kesehatan bagi sekitar 9.000 jiwa yang ada di Basel,” katanya.

Lebih lanjut dengan catatan tambahan kuota ini hanya menyasar ke seluruh kelompok masyarakat marginal atau masyarakat berpenghasilan rendah dan belum terakomodir dalam program bpjs kesehatan. Dan terakhir, di bidang pengelolaan keuangan daerah.

“Kami berhasil mempertahankan opini WTP. Tentunya ini menjadi pintu masuk yang berharga dalam menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan kedepan. Tantangan kedepan memang tidak mudah, makanya saya membutuhkan sinerginya dan dukungan dari masyarakat di Basel,” pungkasnya.(dev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *