SUNGAILIAT – Jurnalis Bangka Belitung yang tergabung dalam organisasi pers Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Pangkalpinang melakukan penanaman mangrove di Daerah Aliran Sungai (DAS) Hakok Kelurahan Sinar Baru Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Dengan berkolaborasi dengan beberapa komunitas pecinta lingkungan seperti Yayasan Kelekak Hijau Lestari, Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Semesta Lestari Project dan Komunitas Pelawan Babel, aksi tersebut diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk lebih semangat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Ketua AJI Pangkalpinang, Hendra mengatakan kegiatan tersebut juga digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 AJI dan Hari Konservasi Alam Nasional.
“Momennya juga tepat karena kondisi mangrove di Bangka Belitung sebagian besar sudah rusak. Kita tidak usah menyalahkan siapa-siapa. Tapi ini tentang apa yang bisa kita perbuat. Walau gerakan kecil, tetap memberi pengaruh bagi lingkungan,” ujar Hendra.
Menurut Hendra, kondisi geografis Bangka Belitung sebagai wilayah pertambangan timah harus menjadi fokus dan perhatian jurnalis terkait aspek dampak lingkungannya. Pemberitaan soal lingkungan, kata dia, juga harus terus diangkat dan disuarakan agar lebih banyak masyarakat yang peduli.
“Jurnalis tidak hanya fokus pemberitaan soal instansi pemerintah saja. Soal lingkungan juga perlu. Kita dari AJI sudah sepakat untuk fokus soal lingkungan ini. Salah satu komitmen AJI adalah dengan mendirikan Yayasan Kelekak Hijau Lestari yang akan bergerak dalam seluruh kegiatan bidang lingkungan,” ujar dia.
Hendra memastikan kegiatan pelestarian lingkungan akan terus digerakkan AJI dengan memberikan dukungan dan bantuan kepada seluruh pihak yang memiliki satu komitmen dan semangat untuk melestarikan lingkungan Bangka Belitung.
“Kita juga terbuka untuk memberikan edukasi soal lingkungan dan membantu jurnalis, mahasiswa maupun masyarakat untuk menulis keberlangsungan hidup lingkungan melalui sebuah karya tulisan,” ujar dia.
Ketua Yayasan Kelekak Hijau Lestari, Barlyanto mengatakan pihaknya prihatin dengan tingkat kepedulian terhadap lingkungan yang masih sangat minim. Padahal kerusakan lingkungan yang terjadi, kata dia, sudah tersebar dimana-mana akibat pertambangan yang sudah berlangsung lama.
“Jadi kegiatan penanaman mangrove yang kita lakukan ini adalah titik awal untuk melakukan gerakan pelestarian lingkungan lain maupun berkolaborasi dengan beberapa komunitas lingkungan,” ujar dia.
Barlyanto menyebutkan jika pihaknya siap untuk mengelola lahan yang sudah rusak untuk kembali dipulihkan dengan melakukan berbagai upaya penyelamatan unsur tanah, tumbuhan hingga satwa.
“Selain menanam, kita juga akan berupaya untuk melakukan pembibitan. Jadi tidak hanya sekedar menanam-menanam terus ditinggal. Kita tidak seperti itu karena kita mau ada kelanjutan. Ini bukan akhir, melainkan awal untuk kita melakukan kegiatan yang lebih besar lagi. Dan saya yakin dan percaya kalau teman-teman terus berkomitmen, kita bisa sukses dalam melakukan konservasi,” ujar dia.
