Manggar – Aksi ribuan penambang yang sejak pagi menggeruduk Kantor PT Timah Unit Gantung, Kabupaten Belitung Timur, berakhir ricuh. Massa membakar bagian kantor dan gudang perusahaan setelah tuntutan terkait harga timah tak kunjung mendapat kejelasan.
Ketegangan meningkat setelah massa merasa tidak memperoleh solusi dari manajemen PT Timah. Situasi kemudian berubah menjadi aksi pembakaran.
Api terlihat membakar bagian bangunan kantor PT Timah di Gantung. Asap hitam membubung ke udara. Sejumlah aparat kepolisian berjaga untuk mengendalikan situasi.
Aksi tersebut dipicu persoalan harga timah yang dinilai tak wajar. Di sisi lain, kebijakan harga minimum Rp170 ribu per kilogram disebut membuat sejumlah kolektor di wilayah setempat berhenti membeli timah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen PT Timah Tbk mengenai tuntutan massa maupun kerusakan akibat aksi pembakaran.
Aparat masih berjaga di sekitar lokasi untuk mencegah eskalasi lanjutan. Jika tidak segera ditemukan solusi, keresahan penambang dikhawatirkan berkembang menjadi konflik sosial-ekonomi yang lebih luas di Belitung Timur
