Sungailiat – Puluhan massa yang tergabung dari delapan desa di Kabupaten Bangka menggelar aksi damai di Kantor Bupati Bangka, Kamis (6/8/2026) pagi.
Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut penyelesaian kewajiban PT GML kepada masyarakat yang hingga kini dinilai belum dipenuhi. Dengan membawa berbagai poster berisi tuntutan, massa berkumpul di depan lobi Kantor Bupati Bangka sambil menyampaikan orasi secara bergantian.
Dalam aksinya, warga meminta pemerintah daerah turut mendorong penyelesaian persoalan yang telah berlangsung cukup lama.
Menanggapi aksi dan tuntutan ini, Bupati Bangka Fery Insani menegaskan agar persoalan penyaluran plasma bagi masyarakat di delapan desa dapat segera diselesaikan secara tuntas dan berkeadilan.
Ia menekankan PT GML tidak boleh membebani masyarakat dengan utang dalam program pembagian plasma dan saat ini delapan desa sedang melakukan Musyawarah Desa (Musdes) untuk membentuk koperasi.
“Mereka itu dapat plasma tanpa utang. Jadi tidak ada utang, nol utang masyarakat. Saya minta dengan pihak PT GML jangan membebani utang ke masyakarat, jadi jangan sampai masyarakat kita sudah menerima 20 persen tapi masih ada utang,” tegas Fery.
Lebih lanjut, Fery menjelaskan alokasi plasma yang disalurkan kepada masyarakat dari delapan desa mencakup sekitar 20 persen dari total 13.000 hektar, atau setara dengan kurang lebih 2.700 hektar yang dibagi ke delapan desa.
“Sudah semua melaksanakan Musdes, tinggal satu Desa yaitu Air Duren yang belum dan malam ini mereka akan Musdes. Kalau sudah Musdes, sudah diukur oleh BPN, sudah ada koperasi dan ada perikatan secepatnya plasma atau FPKMS akan disalurkan,” ungkapnya.

