Pangkalpinang, Kabarbabel.com – Dalam upaya menurunkan angka stunting secara signifikan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui Direktorat Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program ini menjadi langkah strategis yang tidak hanya bersifat bantuan sosial, tetapi juga sebagai intervensi langsung terhadap kesehatan generasi penerus.

Di Kota Pangkalpinang launching MBG ini didistribusikan sebanyak 112 paket makanan sehat telah dibagikan kepada penerima manfaat di empat kelurahan di Kota Pangkalpinang, Senin (14/7/2025).

Empat wilayah tersebut yakni Air Itam, Temberan, Sinar Bulan, dan Bacang. Setiap lokasi mendapatkan jumlah paket yang disesuaikan dengan data kebutuhan yang dihimpun dari kader dan petugas lapangan BKKBN.

“Kami tidak menetapkan target jumlah, karena prinsipnya adalah sebanyak-banyaknya sesuai jumlah ibu hamil dan balita (Batuta) yang membutuhkan di Babel, kalau di Pangkalpinang 300 pack tetapi yang baru diluncurkan ini 112 pack. Ini upaya serius dalam percepatan penurunan stunting,” ujar Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa.

Menu perdana terdiri dari nasi, telur, tumis tempe-buncis, buah jeruk, serta susu — semua disusun berdasarkan kebutuhan gizi masing-masing kelompok dan telah melalui konsultasi dengan ahli gizi.

“Ibu hamil dan menyusui punya kebutuhan yang berbeda, dan kami pastikan setiap paket memenuhi standar gizi sesuai dengan kondisi penerima,” tambah Fazar.

Makanan bergizi gratis sebagai intervensi stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan—fase kritis yang dimulai sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Program MBG di Bangka Belitung rencananya akan dilakukan dua kali sepekan (Senin dan Kamis) untuk menu basah, serta tiga kali sepekan (Selasa, Rabu, Jumat) untuk menu kering.

“Kami sadar belum bisa menjangkau semuanya sekaligus, kami akan terus meluas. Yang penting berkelanjutan dan berdampak,” tutur Fazar.

Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Investasi Masa Depan

Program ini bukan sekadar memberi makan, tapi merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan memastikan ibu dan anak cukup gizi sejak awal, maka risiko stunting dapat ditekan sedini mungkin.

Langkah ini menunjukkan bahwa BKKBN tidak hanya fokus pada aspek kependudukan secara kuantitatif, tapi juga kualitas keluarga dan generasi masa depan bangsa.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *