Pangkalpinang, Kabarbabel.com – Suasana di halaman Kantor Perwakilan Kemendukbangga BKKBN Provinsi Bangka Belitung pada Jumat (4/7/2025) berbeda dari biasanya. Musik ceria, tawa anak-anak, dan semangat orang tua membaur jadi satu dalam gelaran peringatan ke-32 Hari Keluarga Nasional (Harganas).

Momen ini tidak hanya diramaikan oleh berbagai lomba keluarga, tapi juga menjadi ajang silaturahmi antaranggota keluarga lintas generasi. Ada lomba anak-anak, kompetisi seru bersama ayah dan ibu, hingga penyerahan hadiah untuk para pemenang lomba yang digelar sebelumnya, serta pemeriksaan kesehatan.

Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Fazar Supriadi Sentosa menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kampanye pembangunan keluarga berkualitas yang menjadi fokus utama kementerian.

“Hari ini adalah puncak dari Harganas ke-32 di Babel. Kami gelar berbagai lomba dan kegiatan yang intinya mempererat ikatan keluarga. Karena membangun keluarga yang solid adalah pondasi untuk masyarakat yang sejahtera,” ujar Fazar.

Lebih dari itu, peringatan Harganas tahun ini juga membawa semangat baru melalui berbagai gerakan prioritas seperti GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) dan program Quick Wins dari Kemendukbangga. Fazar menegaskan bahwa peran ayah dalam keluarga kini makin digalakkan, bukan hanya sebagai pencari nafkah tapi juga sebagai figur pendamping, pendidik, dan pelindung anak-anak di rumah.

“Karena anak-anak sedang libur sekolah, jadi ini momen ideal untuk mengumpulkan keluarga. Lewat kegiatan seperti ini, kita dorong keterlibatan aktif semua anggota keluarga,” tambahnya.

Lomba-lomba yang digelar pun tidak asal seru. Setiap jenis lomba dirancang untuk memperkuat nilai-nilai keluarga: kerja sama, komunikasi, saling percaya, dan tentu saja kebersamaan.

Di sisi lain, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPP-KB) Kota Pangkalpinang, Agustu Effendi, menyebut kegiatan Harganas ini sebagai representasi nyata metamorfosis BKKBN menuju kementerian yang lebih holistik dan responsif terhadap dinamika keluarga Indonesia.

“Kami support penuh. Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tapi sarana edukasi spiritual, keagamaan, hingga penguatan peran ayah dalam keluarga. Ini semua bagian dari pengendalian kependudukan dan pembangunan keluarga,” katanya.

Agustu juga menyoroti pentingnya memulai pembangunan bangsa dari skala terkecil: rumah tangga. Tanpa keluarga yang harmonis, sulit membayangkan masyarakat yang kuat dan seimbang.

“Kalau dari keluarga saja tidak harmonis, bagaimana kita bisa bicara tentang lingkungan sosial yang sehat? Relasi ibu-anak, ayah-anak, itu pondasinya. Ini harus kita rawat bersama,” ujarnya penuh makna.

Dengan semangat yang sederhana namun mengena, Harganas 2025 di Babel membuktikan bahwa membangun bangsa bisa dimulai dari permainan sederhana antara ayah, ibu, dan anak—asal dilakukan bersama, dengan hati yang terhubung. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *