SUNGAILIAT, KABARBABEL.COM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong para petani untuk dapat mengembangkan tanaman sorgum guna membantu ketahanan pangan daerah. Hal ini lantaran, dari batang hingga buah sorgum memiliki nilai jual.

Baca Juga : Poskesdes Srimenanti Kondisi Tak Terawat

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman saat panen Sorgum di Kelurahan Lubuk Kelik Sungailiat Bangka, Rabu (3/2) menjelaskan, sorgum adalah tanaman dengan sistem yang sangat mudah, mengingat tidak memerlukan lahan khusus seperti sawah, sorgum dapat dibudidaya di area bekas pertambangan biji timah.

“Pola tanam juga sederhana, sekali tanam dapat panen empat kali
karena akan tunas baru dari batang awal,” kata Erzaldi, Rabu (3/2/2021).

Dari batang sampai buah, kata gubernur memiliki nilai jual. Batang sorgum mengandung air gula seperti tebu sedangkan buahnya dapat diolah berbagai jenis olahan makanan.

Erzaldi mengakui, budidaya tanaman sorgum oleh petani di daerahnya belum lama atau baru sejak tahun 2018, tetapi sekarang sudah banyak dikembangkan petani.

Gubernur mengatakan sektor pertanian menjadi perhatian penuh karena dianggap mampu mempertahankan kesimbungan dan kekuatan ekonomi masyarakat.

“Tidak ada tawaran lain saat ini kita menguatkan petani untuk mengembangkan berbagai komiditi pertanian,” jelasnya.

Sementara, pemilik kebun sorgum Bambang Prayitno membeberkan, dirinya menanam sorgum di lahan seluas 4,5 hektare yang terletak di Kelurahan Lubuk Kelik, Kecamatan Sungailiat.

Bambang menceritakan awal ketertarikannya, hingga ia memutuskan untuk menggarap lahan miliknya menjadi kebun Sorgum. Ia melihat di berita, dunia bahkan Indonesia bisa saja akan menghadapi krisis pangan. Sehingga muncul keinginan pada dirinya bertanam sorgum.

“Sorgum ini masa panen kurang lebih 100 hari atau 3 bulan. Tanaman Sorgum, termasuk tanaman pangan yang tidak mempunyai perlakuan khusus,” ucapnya.(rul/kbc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *