SUNGAILIAT – RSUD Depati Bahrin Kabupaten Bangka menerima kunjungan lapangan (field visit) dari Tim Gabungan Joint Mid-Term Review Mission Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama perwakilan empat bank donor internasional, yakni Bank Dunia (World Bank), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), Asian Development Bank (ADB), dan Islamic Development Bank (IsDB), Selasa (9/6).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari evaluasi tengah tahun pelaksanaan program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN), sekaligus meninjau kesiapan fasilitas kesehatan penerima bantuan alat kesehatan canggih dari program tersebut.

Sebanyak 36 delegasi yang terdiri dari unsur Kementerian Kesehatan RI dan lembaga donor internasional melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas strategis di RSUD Depati Bahrin. Fokus utama kunjungan berada di Instalasi Radiologi dan Instalasi Sanitasi.

Di Instalasi Radiologi, tim meninjau kesiapan operasional serta proses commissioning alat CT Scan yang akan menjadi salah satu penunjang utama pelayanan kesehatan rujukan. Sementara di Instalasi Sanitasi, delegasi memastikan kesiapan pengelolaan limbah medis dan pemenuhan aspek lingkungan sesuai standar yang ditetapkan dalam proyek SIHREN.

Direktur RSUD Depati Bahrin dr. Yogi Yamani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kementerian Kesehatan dan para mitra internasional kepada rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bangka tersebut.

“Kami sangat terhormat menerima kunjungan Tim Gabungan Joint Mid-Term Review Mission. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kesiapan RSUD Depati Bahrin dalam mendukung transformasi layanan kesehatan. Kami terus mempercepat berbagai proses, mulai dari perizinan BAPETEN hingga penguatan sistem pengelolaan lingkungan, agar seluruh fasilitas yang diberikan melalui program SIHREN dapat segera dimanfaatkan masyarakat secara optimal,” ujarnya.

Setelah peninjauan lapangan, agenda dilanjutkan dengan pemaparan hasil evaluasi, reviu data sarana melalui aplikasi ASPAK, diskusi terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta mitigasi berbagai isu operasional yang berpotensi muncul saat alat kesehatan mulai beroperasi.

Salah satu delegasi dari Bank Dunia, Miss Naoko Ohno, memberikan apresiasi terhadap kesiapan infrastruktur dan komitmen manajemen RSUD Depati Bahrin dalam mendukung implementasi proyek SIHREN.

Berdasarkan dokumen Kementerian Kesehatan RI, dua fasilitas utama yang menjadi fokus pengembangan di RSUD Depati Bahrin melalui program SIHREN adalah CT Scan dan Cathlab (Catheterization Laboratory).

CT Scan merupakan alat pencitraan medis berteknologi tinggi yang mampu menghasilkan gambar organ tubuh secara detail untuk membantu proses diagnosis berbagai penyakit, termasuk stroke dan cedera akibat kecelakaan.

Sementara itu, Cathlab merupakan fasilitas khusus untuk tindakan kateterisasi jantung yang memungkinkan dokter mendeteksi sekaligus menangani penyumbatan pembuluh darah jantung dengan metode minimal invasif tanpa operasi bedah terbuka.

Kehadiran kedua fasilitas tersebut diyakini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Bangka. Selain mempercepat penanganan kasus-kasus darurat seperti serangan jantung dan stroke, fasilitas tersebut juga akan mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah.

Masyarakat juga diharapkan dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan terjangkau, sekaligus mengurangi beban biaya transportasi maupun akomodasi yang selama ini harus dikeluarkan saat menjalani pengobatan di luar wilayah Bangka.

Selain meninjau kesiapan operasional CT Scan, delegasi internasional juga melihat secara langsung kesiapan fasilitas Cathlab yang saat ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat layanan penanganan penyakit jantung di Pulau Bangka.

Dengan dukungan program SIHREN, RSUD Depati Bahrin diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan regional yang menyediakan layanan kesehatan modern, berkualitas, dan mudah diakses masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *