TOBOALI, KABARBABEL.COM – Polres Bangka Selatan (Basel) memanggil 9 pengelola Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Agen Premium Minyak dan Solar (AMPS) di wilayah Kecamatan Toboali pada Jumat (20/8) kemarin sore.
Pemanggilan ini dilakukan untuk menindaklanjuti adanya keluhan dari masyarakat jika terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama beberapa hari terakhir di wilayah Toboali.
“Kita briefing, rapat supaya bagaimana caranya BBM ini tidak langka. Artinya stok tetap ada hingga jam operasional berlangsung setiap harinya,” ujar Kapolres Basel AKBP Joko Isnawan melalui Kabag Ops AKP Surtan Sitorus.
Dalam pemanggilan itu, para pengelola SPBU diberikan atensi untuk lebih mengatur pendistribusian BBM untuk masyarakat dan kendaraan umum secara legal dan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kalau nantinya masih ditemukan ilegal dalam penyaluran BBM, berarti kita harus melakukan tindakan hukum. Jadi diharapkan pengelola bisa mengatur skema pendistribusian BBM untuk umum,” sambung Sitorus.
Sitorus menekankan pengelola SPBU di wilayah Basel umumnya dapat terus menyediakan BBM selama jam operasi berlangsung setiap harinya. Sesuai regulasi yang sudah diatur oleh Pertamina.
“Nanti akan kita pantau dua hingga tiga hari kedepan seperti apa skema masing-masing SPBU karena mereka yang lebih tahu. Kalau kita hanya lihat dari segi hukum, kalau melanggar akan ada tindakan,” sebutnya.(dev)

