Sungailiat – Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPD HNSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) Pangkalpinang sepakat menggaungkan program “Nelayan Berhaji”.
Gagasan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam audiensi DPD HNSI Babel dengan BSI Pangkalpinang. Program ini diarahkan untuk mendorong masyarakat nelayan agar memiliki kesempatan lebih besar dalam mempersiapkan ibadah haji melalui perencanaan keuangan yang baik dan sesuai prinsip syariah.
Program “Nelayan Berhaji” juga akan digaungkan dalam kegiatan Doa Bersama dan Tabligh Akbar yang direncanakan digelar pada 5 Desember 2026.
Ketua DPD HNSI Babel, Ridwan, S.PKP, mengatakan gagasan tersebut lahir dari kepedulian terhadap kehidupan masyarakat nelayan yang tidak hanya membutuhkan penguatan ekonomi, tetapi juga perhatian terhadap aspek sosial dan spiritual.
Menurutnya, ibadah haji merupakan impian banyak umat Islam, termasuk keluarga nelayan. Namun, kondisi penghasilan nelayan yang sangat bergantung pada musim, cuaca, hasil tangkapan, serta biaya operasional melaut membuat perencanaan keuangan jangka panjang menjadi tantangan tersendiri.
“Program Nelayan Berhaji ini kami harapkan menjadi gerakan bersama untuk seluruh nelayan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kami ingin membangun semangat bahwa nelayan juga memiliki kesempatan dan harapan untuk mewujudkan impian menunaikan ibadah haji melalui perencanaan yang baik dan dukungan berbagai pihak,” ujar Ridwan, Selasa (27/10).
Ridwan menilai sinergi dengan lembaga keuangan syariah dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memberikan edukasi kepada masyarakat nelayan mengenai perencanaan keuangan dan persiapan ibadah haji.
Karena itu, program “Nelayan Berhaji” tidak semata-mata dimaknai sebagai upaya membantu keberangkatan nelayan ke Tanah Suci.
Lebih dari itu, program tersebut diharapkan dapat mendorong kebiasaan menabung, meningkatkan literasi keuangan syariah, serta membangun perencanaan keuangan keluarga nelayan secara bertahap.
DPD HNSI Babel dan BSI Pangkalpinang selanjutnya diharapkan dapat membahas bentuk sinergi yang memungkinkan, dengan tetap memperhatikan kewenangan, kebijakan, persyaratan, serta ketentuan yang berlaku.
“Harapannya program ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi bisa dikembangkan secara terencana dan memberikan manfaat bagi nelayan,” kata Ridwan.
Doa Bersama dan Tabligh Akbar
Selain menggaungkan program “Nelayan Berhaji”, DPD HNSI Babel juga menyiapkan kegiatan Doa Bersama dan Tabligh Akbar pada 5 Desember 2026.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang silaturahmi sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan bagi nelayan dan masyarakat pesisir.
DPD HNSI Babel berencana menghadirkan ustaz dari Sulawesi Selatan untuk memberikan tausiah dalam kegiatan tersebut.
Melalui doa bersama, HNSI juga ingin mendoakan keselamatan para nelayan yang setiap hari menjalankan aktivitas di laut, kelancaran rezeki, serta keberkahan bagi keluarga nelayan di Bangka Belitung.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara organisasi nelayan, pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, tokoh agama, dan masyarakat.
DPD HNSI Babel membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan program “Nelayan Berhaji”.
Pemerintah daerah, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, lembaga keuangan syariah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para dermawan diharapkan dapat mengambil bagian sesuai kapasitas masing-masing.
