Sungailiat — Sebanyak 581 unit rumah tidak layak huni (RTLH) masih terdapat di Kabupaten Bangka. Pemerintah Kabupaten Bangka menargetkan seluruh rumah tersebut dapat ditangani sehingga pada 2027 daerah itu mampu mencapai nol RTLH.

Wakil Bupati Bangka Syahbudin menegaskan komitmen tersebut saat launching Gerakan Kemitraan Pentahelix Atasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Kabupaten Bangka di RM Pangeran, Selasa (13/10/2026).

Menurut Syahbudin, penanganan RTLH tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi hingga komunitas.

“Penanganan RTLH ini membutuhkan kebersamaan dan kolaborasi. Tidak bisa hanya pemerintah yang bekerja, tetapi seluruh unsur harus bergerak bersama untuk membantu masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni,” ujar Syahbudin.

Ia mengatakan, gerakan kemitraan pentahelix diharapkan menjadi salah satu langkah konkret untuk mempercepat penyelesaian RTLH di Kabupaten Bangka.

Syahbudin optimistis target nol RTLH pada 2027 dapat diwujudkan apabila seluruh pihak berkomitmen dan bergerak secara bersama-sama.

“Kalau semua bergerak dan saling mendukung, saya optimistis target nol RTLH pada 2027 bisa kita capai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bangka, Mulyarto, mengatakan pihaknya terus mematangkan strategi penanganan RTLH.

Upaya tersebut dilakukan melalui pemutakhiran data, verifikasi kondisi rumah di lapangan, serta optimalisasi berbagai skema bantuan perumahan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Perkim Kabupaten Bangka, saat ini masih terdapat 581 unit RTLH yang perlu ditangani. Data tersebut dihimpun melalui pendataan di berbagai tingkatan dan terus dilakukan pemutakhiran untuk memastikan kondisi di lapangan.

Mulyarto mengatakan, penyelesaian 581 unit RTLH tersebut menjadi pekerjaan yang harus dilakukan secara terukur dan melibatkan berbagai sumber pembiayaan maupun kemitraan.

“Jika sisa data 581 unit tersebut dapat diselesaikan secara optimal, kami optimistis pada tahun depan Kabupaten Bangka dapat mencapai status nol RTLH,” ujarnya.

Melalui Gerakan Kemitraan Pentahelix, Pemkab Bangka berharap penanganan RTLH tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *