Sungailiat — Keterbatasan air bersih yang selama ini membebani aktivitas SMAN 2 Sungailiat, Kabupaten Bangka, mulai teratasi. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menyerahkan bantuan sumur bor yang dibangun menggunakan dana pribadinya, Senin (12/10/2026).
Sebelum adanya bantuan tersebut, sekolah yang memiliki 405 siswa itu harus membeli air bersih menggunakan mobil tangki berkapasitas 1.000 liter setiap hari. Pasokan air diperlukan untuk menunjang sanitasi, kebersihan lingkungan, hingga kebutuhan berwudu.
Bahkan, para siswa sempat diimbau membawa air bersih sebanyak 1,5 liter dari rumah masing-masing untuk memenuhi kebutuhan selama berada di sekolah.
Persoalan tersebut terjadi karena sumur lama sedalam 17 meter belum mampu menyediakan air dalam jumlah memadai, terutama saat musim kemarau.
Hidayat menginisiasi pembangunan sumur bor sedalam 34 meter. Pengerjaan dimulai setelah survei lokasi pada 22 Agustus 2026 dan rampung pada 5 September 2026.
Kini, sekolah tidak lagi harus mengandalkan pembelian air tangki setiap hari.
Saat menyerahkan bantuan di SMAN 2 Sungailiat, Jalan Matras Lama, Kelurahan Sinar Jaya, Kecamatan Sungailiat, Hidayat menekankan pentingnya perencanaan infrastruktur dasar dalam pembangunan fasilitas pendidikan.
Menurutnya, gedung sekolah yang representatif harus didukung ketersediaan air bersih, listrik, serta fasilitas penunjang lainnya agar kegiatan belajar mengajar berjalan optimal.
“Dalam melakukan pembangunan gedung sekolah, sumber air harus dipersiapkan terlebih dahulu. Percuma gedung bagus dan megah jika tidak didukung sumber air, listrik yang cukup, serta fasilitas kebutuhan dasar lainnya,” tegas Hidayat.
Selain bantuan sumur bor, Hidayat juga berencana memfasilitasi penyediaan empat unit pendingin ruangan atau AC untuk meningkatkan kenyamanan guru dan siswa selama proses pembelajaran.
“Tim saya akan menyiapkan bantuan empat unit AC atau pendingin ruangan, agar guru dan siswa tidak lagi kepanasan dan dapat menjalankan proses belajar mengajar dengan nyaman,” ujarnya.
Kepala SMAN 2 Sungailiat menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia menyebut persoalan air bersih telah menjadi kendala sekolah sejak awal beroperasi.
Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan dasar warga sekolah sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih bersih dan nyaman.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Babel, Noni Hidayat Arsani, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.(*)
