BANGKA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangka bersama PMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Temu Gembira (Tegem) ke-XI PMR PMI Kabupaten Bangka Tahun 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Pantai Matras, Sungailiat, tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (22/10/2026) hingga Sabtu (24/10/2026).
Tegem ke-XI tahun ini sekaligus dirangkaikan dengan Temu Karya Relawan (TKR) dan Youth Station 2026.
Ketua Pelaksana Ahmad Suherman mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu program PMI Kabupaten Bangka dalam membentuk karakter, meningkatkan keterampilan, sekaligus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada generasi muda.
“Jumlah peserta Tegem ke-XI sebanyak 700 peserta dari tingkat SD, SMP dan SMA se-Kabupaten Bangka. Untuk Temu Karya Relawan (TKR) diikuti 100 relawan, dan Youth Station diikuti 350 peserta,” ujar Ahmad Suherman.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pertemuan dan silaturahmi antaranggota PMR, tetapi juga menjadi wadah bagi peserta untuk belajar, berinteraksi, serta meningkatkan kemampuan dalam berbagai kegiatan kepalangmerahan.
Wakil Bupati Bangka sekaligus Ketua PMI Kabupaten Bangka, Syahbudin, mengatakan anggota PMR merupakan cikal bakal relawan PMI yang harus mendapatkan pembinaan sejak dini.
Menurutnya, pembinaan tersebut penting untuk melahirkan generasi muda yang memiliki karakter, keterampilan, kreativitas, sekaligus jiwa kepemimpinan.
“Tegem, TKR dan Youth Station ini menjadi sarana agar mereka dapat mengembangkan kapasitas, keterampilan dan sikap positif sesuai Tri Bakti PMR, dengan semangat ceria, cerdas dan bersahabat,” kata Syahbudin saat membuka kegiatan.
Syahbudin berharap melalui kegiatan tersebut, anggota PMR tidak hanya memahami nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga memiliki kemampuan bekerja sama dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk bencana.
“PMR harus dibina sejak dini agar bisa menjadi relawan yang berkarakter dan memiliki jiwa kepemimpinan. Ini salah satu sarana untuk mencapai harapan tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan PMR juga dapat menjadi sarana simulasi bagi para remaja untuk menerapkan pola hidup sehat serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Selain itu, anggota PMR diharapkan mampu membangun kekompakan kelompok dan memiliki keterampilan dasar yang dapat berguna ketika terjadi bencana atau kondisi darurat di lingkungan sekitar.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Ketua PMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pantai Matras tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengalaman bagi ratusan peserta untuk menumbuhkan semangat kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kesiapsiagaan sejak usia dini.
