Sungailiat — Tiga varietas unggul lokal asal Kabupaten Bangka resmi mendapat pengakuan dari Kementerian Pertanian RI. Kepastian ini disampaikan oleh Prof. Satoto, pimpinan sidang Tim Penilai Varietas Tanaman Pangan, dalam sidang evaluasi dan penilaian calon varietas tanaman pangan di Wisma Cipayung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/11/2025). Sidang tersebut diikuti 12 orang tim penilai.
Tiga varietas yang lolos penilaian adalah Raden, Mayang Pasir, dan Damel. Dengan lolosnya ketiga varietas tersebut, Kabupaten Bangka menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki tiga varietas lokal yang diakui Kementan.
“Dari empat varietas yang diusulkan, tiga varietas Kabupaten Bangka dinyatakan lolos dan akan disebut sebagai varietas unggul,” kata Prof.Satoto.
Ia berharap pengakuan tersebut tidak berhenti pada proses pelepasan varietas saja. Menurutnya, perlu ada program pengembangan dan rencana produksi dari pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan petani, terutama petani padi gogo atau ladang.
“Ke depan diharapkan varietas ini dapat dikembangkan sehingga memberi dampak nyata bagi petani,” ujarnya.
Pengakuan ini membuka peluang pengembangan varietas padi lokal di Kabupaten Bangka sekaligus memperkuat posisi daerah dalam pemanfaatan sumber daya genetik pertanian.
Perjuangan Membuahkan Hasil
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Syarli Nopriansyah yang ikut hadir sebagai tim penyaji makalah saat sidang evaluasi dan penilaian mengaku bersyukur atas hasil yang dicapai.
Kata Syarli hasil ini memang sudah ditunggu-tunggu masyarakat Kabupaten Bangka. “Perjuangan panjang yang selama ini dilakukan terbayarkan dengan pengumuman hasil sidang bahwa 3 varietas lokal padi ladang lulus penilaian dan siap dilepaskan oleh Kementerian Pertanian. Tentunya ini kabar yang menggembirakan, perjuangan kita membuahkan hasil,” ucap Syarli.
Menurutnya, dengan diakuinya 3 varietas lokal Bangka ini, petani ke depannya tidak perlu khawatir lagi akan kekurangan benih. Ia berharap hal ini dibarengi dengan pertambahan luasan tanam padi ladang di Kabupaten Bangka.
Kemungkinan akan ada pelatihan kepada petani untuk penangkaran benih sehingga kita tidak perlu lagi takut kekurangan benih. Ini juga salah satu upaya kita melestarikan sumber daya lokal kita, ke depan anak cucu kita akan selalu ingat bahwa di Kabupaten Bangka ada benih padi yang namanya Raden, Mayang Pasir dan Damel,” ucap Syarli
Terakhir, Syarli mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan seluruh masyarakat Kabupaten Bangka yang selama ini telah mendukung dan berdoa untuk kelancaran proses pelepasan varietas padi ladang lokal Bangka.
“Terima kasih kepada seluruh tim dan masyarakat Kabupaten Bangka untuk doa dan dukungannya. Kami tidak akan bisa sampai ke titik ini tanpa dukungan para pihak terutama dari seluruh masyarakat Bangka,” tutur Syarli.

