Sungailiat – Kasat Reskrim Polres Bangka AKP Mauldi Waspani menyoroti aktivitas bongkar muat pertalite dan pertamax yang dilakukan para pengerit untuk kepentingan penjualan kembali.
Ditegaskannya, para pengerit untuk tidak memanfaatkan situasi menyusul maraknya keluhan antrean panjang di sejumlah SPBU akibat kelangkaan BBM beberapa hari terakhir.
Menurut AKP Mauldi, pihaknya mendapati adanya modus pengerit yang datang berulang kali ke SPBU untuk menguras BBM bersubsidi dan nonsubsidi. BBM tersebut kemudian dijual dengan harga lebih tinggi, sehingga memperparah kondisi antrean dan merugikan masyarakat lain yang membutuhkan.
“Kami mengantisipasi keluhan masyarakat terkait antrean panjang. Jangan memanfaatkan situasi ditengah kelangkaan BBM dengan mengerit dan menjualnya kembali,” tegasnya, Rabu (19/11).
Ia menambahkan, praktik tersebut bukan hanya merugikan warga, tetapi juga berpotensi melanggar hukum. Karena itu, Polres Bangka mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pengumpulan dan penimbunan.
“Kami imbau masyarakat Bangka agar tidak memanfaatkan situasi kelangkaan BBM dengan mengerit BBM dan menjualnya dengan harga tinggi. Jika ditemukan, tentu akan kami tindak sesuai aturan,” ujarnya.
Polres Bangka memastikan akan terus melakukan pemantauan di lapangan serta berkoordinasi dengan SPBU guna memastikan distribusi BBM tetap lancar dan tepat sasaran.
