Jonathan Alber Bun
Mahasiswa Akuntansi Universitas Bangka Belitung
Indonesia merupakan Negara kepulauan yang berada di Asia Tenggara serta dilintasi oleh garis khatulistiwa. Dengan luas wilayah 1.904.569 km², serta merupakan negara dengan pulau terbanyak ke-6 di dunia menjadikannya sebagai negara kepulauan dan memiliki keindahan objek wisata di tiap pelosok daerahnya.
Dengan potensi yang dimiliki tersebut, tentu Indonesia mengandalkan pariwisata sebagai salah satu sektor ekonomi, baik untuk masyarakat maupun untuk pemasukan pendapatan negara. Pariwisata Indonesia berhasil menempati urutan ketiga dalam hal penerimaan devisa setelah komoditas utama kita minyak dan gas bumi serta minyak kelapa sawit pada tahun 2009.
Perkembangan pariwisata di Indonesia sampai saat ini menunjukkan tren positif melalui meningkatnya kunjungan dari para wisatawan, baik dari sisi mancanegara maupun dari sisi domestik. Pada paruh pertama 2024 tercatat 23,78 % dibandingkan pada periode yang sama pada tahun 2023. Dan untuk wisatawan domestik meningkat menjadi 33,13% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Melalui kunjungan dari wisatawan ini, pariwisata telah berkontribusi signifikan terhadap PDB, dan menyumbang 4,1% pada tahun 2023. Pendapatan untuk pariwisata di Indonesia pada sektor ekonomi berhasil menunjukkan tren positf yaitu, sebesar 2540,25 juta USD dari tahun 2010 hingga 2024. Serta berhasil mencapai puncak tertinggi pada kuartal ketiga pada tahun 2024, yaitu sebesar 5163,58 juta USD.
Di tengah majunya pariwisata di Indonesia, tentu dibutuhkannya peran akuntansi untuk kelangsungan dan kelancaran pembukuan keuangan yang baik terhadap laporan keuangan akhir. Pengelolaan keuangan yang baik perlu diterapkan pada usaha pariwisata di Indonesia, karena ini akan membantu dalam proses penyusunan dan analisis untuk memastikan anggaran yang sesuai dan meningkatkan profitabiitas usaha pariwisata tersebut.
Selain itu, terdapat beberapa peran akuntansi dalam pariwisata. Misalkan akuntansi mendorong dalam keterbukaan untuk finansial, Ini sangat penting dibutuhkan oleh pihak yang terkait, dikarenakan dengan catatan keuangan yang terstruktur dan jelas ini menunjukkan pengelolaan yang bertanggung jawab kepada para investor, pemerintah, dan rakyat setempat. Dengan adanya transparansi mereka akan mudah mendapatkan pendanaan, lisensi yang sesuai, dan dapat mengembangkan hubungan yang baik dengan para pihak yang berkontribusi untuk pertumbuhan sektor ini.
Kedua, dapat mengatur dan memanajemen resiko terhadap industri pariwisata. Ketidakpastian dalam industri pariwisata dapat membuat profitabilitas industri tersebut turun. Maka dari itu, dengan adanya manajemen resiko dapat membantu mengidentifikasi dan mengelola resiko keuangan, serta dapat dikembangkannya cara atau metode untuk mengatasi ketidakpastian tersebut.
Selain itu, dapat memfasilitasi perencanaan untuk kedepannya. Dengan perencanaan yang tepat dan matang, akuntansi menyediakan data keuangan yang dapat membantu membuat perencanaan yang kuat sesuai dengan keuangan dan kondisi pasar. Apakah para pelaku industri ini dapat terjun ke dalam pasar baru, serta dapat bereaksi terhadap tren yang berubah.
Dengan demikian di tengah potensi besar ini, peran akuntansi menjadi sangat vital dalam mendukung perkembangan pariwisata yang berkelanjutan. Akuntansi memastikan transparansi keuangan yang diperlukan oleh para pemangku kepentingan, termasuk investor, pemerintah, dan masyarakat, sehingga mempermudah pendanaan dan pengembangan sektor ini. Selain itu, akuntansi berperan dalam manajemen risiko untuk menghadapi ketidakpastian industri, serta menyediakan data yang akurat untuk perencanaan strategis ke depan.
Dengan penerapan akuntansi yang baik, industri pariwisata Indonesia dapat meningkatkan profesionalisme, efisiensi, dan profitabilitas, sehingga mampu bersaing di pasar global dan terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
