SUNGAILIAT – Antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Sungailiat, Kabupaten Bangka, dikeluhkan para pengemudi ojek online (ojol).
Bagi para driver ojol, panjangnya antrean bukan sekadar persoalan waktu menunggu. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap waktu produktif dan pendapatan harian mereka.
Ketua Ojol Sungailiat, Surya, mengatakan para pengemudi harus menghabiskan waktu cukup lama di SPBU untuk mendapatkan BBM yang digunakan menunjang aktivitas pekerjaan.
“Kami para driver ojek online di Sungailiat harus mengelus dada setiap hari. Waktu yang seharusnya dipakai untuk mencari nafkah dan melayani penumpang justru habis bertumpuk dalam antrean panjang Pertalite,” kata Surya, Rabu (28/10).
Menurutnya, waktu menjadi salah satu modal utama bagi pengemudi ojol. Semakin lama berada di antrean SPBU, semakin sedikit pula waktu yang dapat digunakan untuk menerima pesanan.
“Durasi tunggu yang makin tidak efisien ini sangat memotong pendapatan harian kami,” ujarnya.
Surya menuturkan, sebagian besar driver ojol mengandalkan pendapatan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, setiap waktu yang terbuang di jalan maupun di SPBU dapat berpengaruh terhadap jumlah pesanan yang bisa diterima.
“BBM ini kebutuhan utama kami untuk bekerja. Kalau waktu kerja habis di SPBU, otomatis kesempatan mendapatkan order juga berkurang,” katanya.
Minta Jalur Khusus Ojol
Atas kondisi tersebut, Komunitas Ojol Sungailiat berharap pengelola SPBU dan instansi terkait dapat mencari solusi terhadap persoalan antrean Pertalite.
Salah satu usulan yang disampaikan yakni menyediakan jalur atau mekanisme khusus bagi pengemudi ojol, sehingga mereka tidak terlalu lama menghabiskan waktu dalam antrean.
“Kami memohon agar komunitas ojol diberikan jalur tersendiri dalam antrean Pertalite agar waktu tidak habis di SPBU dan tidak mengganggu pendapatan harian kami dalam mencari nafkah,” tegas Surya.
Ia menilai, pengaturan tersebut perlu dikaji secara bersama agar tetap memperhatikan asas pelayanan yang adil bagi seluruh masyarakat.
Komunitas Ojol Sungailiat juga berharap adanya evaluasi terhadap sistem pelayanan dan pengaturan antrean BBM di SPBU. Dengan pengelolaan yang lebih tertib dan efisien, masyarakat diharapkan tetap mendapatkan BBM tanpa harus kehilangan terlalu banyak waktu produktif.
Bagi para driver ojol, persoalan antrean Pertalite bukan hanya soal menunggu giliran mengisi BBM. Lebih dari itu, panjangnya antrean berkaitan langsung dengan kesempatan mereka mendapatkan order dan memperoleh penghasilan.
“Bagi kami, waktu itu pendapatan. Semakin lama menunggu, semakin sedikit order yang bisa kami ambil,” pungkas Surya.
