Pangkalpinang – Penguatan literasi kependudukan melalui lingkungan sekolah menjadi salah satu upaya menyiapkan generasi muda yang memahami dinamika dan persoalan kependudukan. Untuk mengoptimalkan upaya tersebut, Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong penguatan sinergi lintas sektor dalam pengelolaan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) melalui Forum Koordinasi dan Penguatan Pengelolaan SSK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Ruang Tanjung Pesona, Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (27/10/2026).

Forum ini mengusung tema “Penguatan Sinergi Lintas Sektor dalam Pengelolaan Sekolah Siaga Kependudukan”.

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Tim Kerja 1 Pengelolaan Kependudukan Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Damayanti, S.K.M., hadir sebagai narasumber untuk memberikan penguatan terkait kebijakan dan strategi pengelolaan Sekolah Siaga Kependudukan. Materi yang disampaikan mencakup arah pembangunan kependudukan melalui pendidikan, strategi penguatan pengelolaan SSK, peran SSK dalam meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap isu kependudukan, penguatan sinergi lintas sektor, serta strategi keberlanjutan dan pengembangan SSK di daerah.

Dalam pemaparannya, Damayanti menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung keberhasilan pengelolaan SSK. “Sekolah Siaga Kependudukan bukan sekadar program di lingkungan sekolah, tetapi merupakan upaya bersama untuk menanamkan pemahaman dan kepedulian generasi muda terhadap isu kependudukan sejak dini. Karena itu, diperlukan sinergi lintas sektor agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memperkuat pelaksanaan program, terutama dalam menyelaraskan kebijakan, meningkatkan kapasitas pengelola dan tenaga pendidik, serta memastikan materi kependudukan dapat diintegrasikan secara efektif dalam proses pembelajaran. Melalui koordinasi yang intensif, berbagai kendala dalam penyelenggaraan SSK diharapkan dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti bersama sesuai dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Forum ini juga diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi sebagai dasar tindak lanjut pengelolaan Sekolah Siaga Kependudukan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dengan adanya kesamaan pemahaman dan komitmen antarpemangku kepentingan, pengembangan SSK diharapkan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan di sekolah, tetapi juga pada peningkatan kualitas pengelolaan dan keberlanjutan program.

Melalui Sekolah Siaga Kependudukan, penguatan literasi kependudukan diharapkan semakin optimal sehingga generasi muda memiliki pengetahuan, kepedulian, dan kesadaran terhadap berbagai persoalan kependudukan. Dengan demikian, Sekolah Siaga Kependudukan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga wadah untuk membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pembangunan kependudukan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *