SUNGAILIAT – Pemerintah Kabupaten Bangka menegaskan komitmennya untuk memperkuat keberpihakan terhadap pemuda, termasuk mendukung berbagai program kepemudaan dan kepeloporan yang dijalankan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bangka.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bangka Fery Insani dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-XVII KNPI Kabupaten Bangka yang digelar di Hotel ST 12 Sungailiat, Sabtu (24/10/2026).

Fery mengatakan, Pemkab Bangka terbuka terhadap kritik dan masukan dari kalangan pemuda. Menurutnya, kritik tersebut justru diperlukan sebagai bagian dari kontrol sosial sekaligus upaya bersama memperbaiki pembangunan daerah.

“Pemda siap dikritik oleh pemuda. Sejumlah kegiatan KNPI sangat baik dan benar, sehingga perlu kita support dari Pemda,” kata Fery.

Ia menegaskan, dukungan terhadap pemuda akan terus diperkuat. Pemerintah daerah berharap sinergi dengan organisasi kepemudaan dapat menghasilkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Fery menyebut kondisi keuangan daerah saat ini berada dalam situasi yang harus dikelola secara hati-hati. Namun, ia memastikan pemerintah daerah tetap berupaya menjaga ruang bagi pembangunan dan program yang menyentuh kepentingan masyarakat.

“Kabupaten Bangka saat ini tidak defisit, tetapi juga tidak berlebihan,” ujarnya.

Menurut Fery, kemampuan pembangunan daerah saat ini juga terbatas. Anggaran pembangunan yang dapat dialokasikan tidak lebih dari sekitar Rp50 miliar.

Meski demikian, ia optimistis kondisi tersebut akan semakin membaik. Pemerintah Kabupaten Bangka menargetkan kondisi pada 2027 akan lebih baik sehingga ruang untuk mendukung berbagai sektor, termasuk kepemudaan dan olahraga, dapat semakin diperkuat.
“Tahun ini 2026 baik, dan 2027 akan semakin baik,” katanya.

Sementara itu, persoalan pengangguran menjadi salah satu tantangan yang turut disoroti Bupati Bangka Fery Insani.

Ia mengatakan sekitar 50 persen angka pengangguran berasal dari masyarakat dengan tingkat pendidikan menengah ke bawah. Pemerintah daerah sebelumnya telah berupaya mencari solusi melalui pengembangan sekolah vokasi, namun hasilnya belum sesuai harapan.

Fery menilai persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan jumlah lulusan, tetapi juga kualitas dan kesesuaian pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Selama ini pendidikan kita mengarah kepada kuantitas, bukan kualitas,” katanya.

Karena itu, menurut Fery, diperlukan langkah bersama untuk memastikan pendidikan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja.

Musda ke-XVII KNPI Kabupaten Bangka diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempertegas posisi pemuda sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

Keberpihakan terhadap pemuda, kata Fery, tidak hanya dapat diwujudkan melalui dukungan anggaran, tetapi juga dengan membuka ruang partisipasi pemuda dalam pembangunan, kewirausahaan, pendidikan, olahraga, serta kontrol sosial.

Dengan kondisi fiskal daerah yang masih terbatas, sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan dinilai menjadi kunci agar program pembangunan tetap berjalan dan mampu menjawab persoalan yang dihadapi generasi muda Kabupaten Bangka.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Bangka Adi Putra mengatakan KNPI selama ini tidak hanya menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga berupaya mengambil peran dalam mendorong perekonomian daerah dan menjalankan fungsi kontrol sosial.

Menurut Adi, salah satu bentuk kontrol sosial tersebut dilakukan melalui pengawasan terhadap berbagai persoalan di daerah, termasuk laporan terkait Ketua Bawaslu Bangka yang kemudian ditindaklanjuti melalui mekanisme DKPP yang berlaku.

KNPI Bangka juga aktif masuk ke lingkungan sekolah dengan memberikan pelatihan kepemimpinan kepada pelajar.
“Kita sudah banyak melakukan hal dengan mendorong perekonomian Bangka. KNPI juga melakukan kontrol sosial,” kata Adi.

Ke depan, Adi berharap hubungan antara KNPI dan Pemkab Bangka dapat terus berkesinambungan. Ia meminta pemerintah daerah memberikan keberpihakan yang lebih kuat terhadap pemuda, terutama melalui dukungan anggaran untuk sektor kepemudaan dan olahraga.

Menurutnya, pemuda dan olahraga merupakan salah satu sayap penting dalam pembangunan Kabupaten Bangka.
“Ke depan KNPI akan kembali melakukan kesinambungan dengan Pemda. Kami berharap ada keberpihakan Pemda kepada pemuda, khususnya dari anggaran pemuda dan olahraga,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Adi juga menyampaikan sejumlah persoalan yang masih menjadi catatan KNPI. Salah satunya tingginya angka pengangguran di Kabupaten Bangka.

Selain itu, KNPI menerima sejumlah laporan mengenai kondisi infrastruktur sekolah yang mengalami kerusakan. Persoalan tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Angka pengangguran masih tinggi. Kami juga menerima laporan mengenai infrastruktur sekolah yang rusak. Semua ini perlu dibenahi oleh Pemda,” katanya.

Sekretaris Jenderal DPD KNPI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Albangkawi, turut memberikan apresiasi terhadap kiprah DPD KNPI Kabupaten Bangka.

Ia mengatakan KNPI Bangka selama ini terus menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan pemuda. Menurutnya, penguatan jiwa entrepreneur penting untuk membuka peluang ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan pemuda terhadap lapangan kerja formal.

“DPD Bangka terus menumbuhkan semangat entrepreneur dan menjadi contoh leadership bagi lainnya,” ujar Ridwan.

Ia berharap KNPI Bangka dapat terus melahirkan kader-kader pemimpin yang mampu berkiprah di berbagai bidang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *