Sungailiat – Ketua DPRD Kabupaten Bangka Jumadi memastikan isu terkait pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN serta gaji PPPK paruh waktu di Kabupaten Bangka adalah hoaks dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Hal tersebut disampaikan Jumadi usai menghadiri kegiatan Sungailiat Triathlon yang digelar di Tanjung Pesona, Minggu (16/5).
Menurutnya, belakangan beredar informasi di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Pemali dan Puding Besar, terkait kabar bahwa gaji PPPK paruh waktu akan dipotong hingga hanya tersisa Rp750 ribu per bulan.
“Saya mendengar langsung adanya isu di wilayah Pemali dan Puding Besar bahwa gaji PPPK paruh waktu akan dipotong hingga tinggal Rp750 ribu. Saya tegaskan, informasi itu hoaks dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Jumadi.
Ia meminta masyarakat, khususnya para ASN dan PPPK, agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Menurutnya, kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Bangka saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kewajiban pembayaran gaji PPPK paruh waktu.
“DPRD Bangka memastikan kondisi keuangan daerah cukup untuk menggaji PPPK paruh waktu. Jadi jangan termakan isu-isu hoaks yang justru membuat keresahan di masyarakat,” ujarnya.
Jumadi juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah daerah dan kesejahteraan pegawai.
“Kami berharap masyarakat bisa menyaring informasi dengan baik. Jika ada informasi yang belum jelas, sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kegaduhan,” tutupnya.
