Sungailiat — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangka memberikan penghargaan kepada 50 pendonor darah sukarela dan mitra donor darah sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian mereka dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 PMI sekaligus momentum untuk mengajak lebih banyak masyarakat terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.
Ketua Panitia Bulan Dana Kemanusiaan PMI Kabupaten Bangka, Budi Gustiansyah, mengatakan, selain memberikan penghargaan, PMI Bangka juga membuka kegiatan Bulan Dana Kemanusiaan tahun 2026 yang berlangsung mulai 1 September hingga 30 November 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan menggerakkan berbagai komponen masyarakat, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), perbankan, dunia usaha hingga masyarakat umum agar semakin peduli terhadap kegiatan kemanusiaan.
“Target kita dalam Bulan Dana Kemanusiaan ini sebesar Rp200 juta. Kami berharap seluruh komponen masyarakat dapat berpartisipasi dan bersama-sama mendukung kegiatan kemanusiaan PMI,” kata Budi, Kamis (17/9).
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bangka, Syahbudin, menyampaikan apresiasi kepada para pendonor sukarela dan mitra yang selama ini konsisten mendukung kegiatan donor darah.
Ia mengatakan, setetes darah yang disumbangkan dapat memiliki arti besar bagi pasien maupun keluarga yang sedang membutuhkan darah.
“Setetes darah menjadi harapan besar bagi keluarga yang memang membutuhkan,” ujar Syahbudin.
Syahbudin juga mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai bagian dari kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang secara sukarela mendonorkan darah sehingga ketersediaan stok darah dapat terjaga dan kebutuhan pasien dapat terpenuhi.
“Jadikan donor darah sebagai gaya hidup yang sehat. Mari kita bersama-sama membantu sesama melalui donor darah,” ajaknya.
Ketua PMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah, menegaskan bahwa nilai kemanusiaan tidak mengenal batas agama maupun bangsa. Menurutnya, semangat kemanusiaan harus menjadi kekuatan bersama yang diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Kemanusiaan tidak mengenal batas, agama ataupun bangsa,” kata Abdul Fatah.
Ia menilai kolaborasi menjadi hal penting agar gerakan kemanusiaan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Kolaborasi dibutuhkan untuk bergerak bersama dalam kemanusiaan,” ujarnya.
Melalui penghargaan kepada para pendonor dan mitra donor darah tersebut, PMI Kabupaten Bangka berharap kepedulian masyarakat terhadap kegiatan kemanusiaan semakin tumbuh, sekaligus mendorong partisipasi dalam Bulan Dana Kemanusiaan PMI 2026.
