Sungailiat — Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bulutangkis Babel 2026 pada 1-5 September 2026.

Kejurprov tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan silaturahmi antarklub bulutangkis di Bangka Belitung, tetapi juga menjadi bagian dari proses seleksi atlet yang akan dipersiapkan mengikuti kejuaraan tingkat nasional, khususnya kategori taruna.

Ketua PBSI Provinsi Babel, Johan Daniel, mengatakan Kejurprov tahun ini mendapat antusiasme cukup tinggi dari klub-klub bulutangkis di Babel. Total peserta yang ambil bagian mencapai sekitar 450 atlet yang bertanding dalam 14 kategori.

“Agenda resmi PBSI Babel selain sebagai ajang silaturahmi sesama klub, juga menjadi ajang seleksi untuk kejuaraan yang akan dibawa ke Kejurnas kategori taruna,” kata Johan Daniel, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, pembinaan atlet bulutangkis di Bangka Belitung harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Kejuaraan daerah menjadi salah satu sarana penting untuk memberikan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan atlet sebelum menghadapi kompetisi di tingkat nasional.

Johan menegaskan PBSI Babel tetap konsisten memperjuangkan para atlet daerah agar mampu berprestasi dan menembus podium dalam berbagai ajang seleksi nasional.

“PBSI Babel tetap konsisten untuk berjuang memberangkatkan anak-anak agar bisa podium di seleknas,” ujarnya.

Ia menilai potensi atlet bulutangkis di Bangka Belitung cukup besar. Hal tersebut terlihat dari semakin banyaknya kompetisi yang digelar serta aktifnya klub-klub bulutangkis dalam melakukan pembinaan.

Karena itu, PBSI Babel mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk ikut memperbanyak penyelenggaraan kejuaraan bulutangkis di daerah masing-masing.

“Kami meminta dibuat kejuaraan di Pemkab. PBSI se-Babel juga harus aktif,” katanya.

Johan menilai semakin banyak kompetisi yang digelar akan memberikan kesempatan lebih luas kepada atlet untuk mendapatkan jam terbang. Selain itu, pertandingan secara rutin juga dapat menjadi sarana bagi pengurus dan pelatih untuk memantau perkembangan atlet potensial.

Namun, di tengah kondisi efisiensi anggaran pemerintah, dukungan terhadap kegiatan olahraga disebut masih sangat terbatas. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus olahraga, termasuk PBSI Babel, dalam menjalankan program pembinaan dan mengirimkan atlet ke berbagai kejuaraan.

“Dukungan pemerintah tengah efisiensi, sangat tidak ada,” ungkap Johan.

Meski menghadapi keterbatasan dukungan, Johan mengatakan kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para pengurus PBSI Babel untuk menjalankan roda organisasi dan pembinaan atlet.

Menurutnya, menjadi pengurus olahraga membutuhkan ketulusan dan komitmen. Berbagai keterbatasan dan kelelahan yang dihadapi selama menjalankan tugas dianggap sebagai bagian dari pengabdian.

“Meski letih, lesu, tapi semua karena ibadah. Jadi tetap semangat bagi kami para pengurus,” tuturnya.

Johan berharap Kejurprov Bulutangkis Babel 2026 dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu membawa nama Bangka Belitung ke tingkat nasional.

Ia juga mengajak seluruh klub, pelatih, atlet dan pemangku kepentingan olahraga untuk terus menjaga semangat pembinaan.
“Tetap semangat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *