Sungailiat – Satu dari delapan tahanan Polres Bangka yang kabur dihadiahi timah panas.

Tahanan atas nama Weli tersebut, sebelumnya merupakan tersangka kasus pencurian. Weli diberi tindakan tegas terukur dengan dihadiahi timah panas di salah satu kakinya lantaran sempat melawan petugas saat hendak diamankan.

Selain itu, diketahui Weli merupakan residivis kasus pencurian sebanyak delapan kali.

“Pada saat melarikan diri, sempat melakukan perbuatan yang sama, yaitu melakukan pencurian sepeda motor,” kata Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso saat konferensi pers di Polres Bangka, Jumat (10/4).

Tersangka Weli juga disebut menyimpan dua bilah senjata tajam berupa pisau yang disimpan di pinggang kanan dan kirinya.

“Kami mengamankan tersangka Weli yang mencoba melawan sehingga dilakukan upaya paksa, yaitu tindakan tegas terukur,” tambah Kombes Pol Agus.

Dengan berhasilnya penangkapan delapan tahanan kabur tersebut, Polres Bangka melakukan evaluasi terhadap internal anggota serta memperketat keamanan di ruang tahanan Polres Bangka.

Dari 8 tahanan Polres Bangka yang melarikan diri/kabur akan dikenakan hukuman tambahan.

Hukuman tersebut disampaikan Kapolres Bangka, AKBP Deddy Dwitya Putra. Disampaikannya, dari 8 tahanan yang kabur tersebut, 1 orang menyerahkan diri dan 7 orang ditangkap ditempat berbeda oleh Tim Gabungan.

“Tertangkap kembali para tahanan yang kabur ini akan segera dilakukan penahanan sampai proses yang akan dilanjutkan ke Pengadilan dan seterusnya,” katanya.

Demikian, pihak kepolisian sedang melakukan pemeriksaaan dan akan memberikan hukuman kedisiplinan maupun kode etik terhadap 2 Anggota petugas piket apabila terbukti terindikasi melakukan pelanggaran maupun kelalaian dalam penjagaan tahanan.

“Ke dua Anggota tersebut sudah dilaksanakan Patsus (Penempatan Khusus) ditahanan Ditpropos Polda Babel,” ujarnya.

Selain itu, Sel tahanan yang rusak akan diperbaiki dan ditambahkan teralis sel tahanan. Jadi untuk sementara ini, Rutan belum bisa dikunjungi dan mungkin 1 atau 2 hari lagi baru bisa dikunjungi.

“Demikian terkait gergaji besi yang menyebabkan pintu teralis tahanan rusak hingga tahanan bisa kabur.  Apakah dari pengunjung atau kah dari oknum yang terlibat,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *