WARTABANGKA.ID, PANGKALPINANG – Setiap sore, suara sepatu beradu dengan lantai lapangan sekolah di Pangkalpinang menjadi saksi mimpi yang sedang diperjuangkan.
Di sana, seorang remaja terus berlari, melompat, dan menantang batas dirinya sendiri. Namanya Harfelim Gio Pande Sinaga.
Bukan dari kota besar, bukan pula dari pusat pembinaan elite nasional. Gio tumbuh dari lapangan sekolah SMA Santo Yosef Pangkalpinang, membawa harapan sederhana: bermain sebaik mungkin, dan suatu hari bisa membawa nama Bangka Belitung melangkah lebih jauh.
Kini, mimpi itu berada di persimpangan penting. Gio tengah mengikuti DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026, seleksi menuju ajang paling prestisius basket pelajar di Indonesia. Sebuah panggung yang selama ini melahirkan pemain-pemain nasional, bahkan internasional.
Latihan, Peluh, dan Kesunyian
Tak banyak yang tahu, di balik sorotan pertandingan, Gio menjalani hari-hari yang sunyi. Pagi adalah ruang kelas. Sore dihabiskan dengan latihan. Malam ia menutup hari dengan tugas sekolah dan evaluasi diri.
Tak ada gemerlap. Tak ada tepuk tangan. Yang ada hanya peluh, lantai lapangan, dan keyakinan bahwa kerja keras tak pernah berbohong.
Di lapangan, Gio dikenal dengan permainan agresif dan keberanian mengambil risiko. Ia tak bersembunyi di momen genting. Saat skor ketat dan waktu nyaris habis, tanggung jawab justru ia genggam.
“Saya cuma ingin memberikan yang terbaik setiap kali dipercaya turun ke lapangan,” kata Gio, Selasa (3/3).
Anak Daerah di Tengah Peta Nasional
DBL Camp bukan sekadar kompetisi. Dari ribuan pemain SMA di seluruh Indonesia, hanya segelintir yang diberi kesempatan masuk ke pemusatan latihan elite bersama pelatih internasional. Di sinilah peta masa depan basket pelajar digambar.
Bagi Gio, ini bukan hanya tentang dirinya. Ini tentang membuktikan bahwa talenta dari Bangka Belitung juga layak diperhitungkan.
Jika terpilih, ia berkesempatan mengikuti pelatihan intensif, masuk skuad Indonesia All-Star, hingga merasakan atmosfer basket dunia melalui program World Basketball Academy di Amerika Serikat. Sebuah lompatan besar—terutama bagi anak daerah yang selama ini berjuang jauh dari sorotan.
Suara dari Rumah Sendiri
Namun jalan menuju mimpi itu tak sepenuhnya ditentukan oleh statistik dan teknik bermain. Voting publik nasional menjadi bagian dari penilaian. Di sinilah peran masyarakat menjadi penentu.
Di tengah dominasi atlet dari kota-kota besar, dukungan dari kampung halaman bisa menjadi pembeda paling nyata.
“Kami bangga ada anak Pangkalpinang yang berani bermimpi besar. Sekarang giliran kami berdiri di belakangnya,” ujar salah satu pendukung Gio.
Setiap suara adalah pesan: kamu tidak berjuang sendirian.
Cara Memberi Dukungan
Dukungan bisa diberikan melalui langkah sederhana:
Unduh aplikasi DBL Play di Play Store
Masuk ke menu Votes
Pilih DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 – Boys
Cari nama HARFELIM GIO
Klik Vote Now dan bagikan ke orang terdekat
Dari layar ponsel, harapan itu bisa bergerak.
Dari lapangan sekolah di Pangkalpinang, seorang anak daerah sedang mengetuk pintu besar bernama masa depan. Dan hari ini, suara Bangka Belitung bisa menjadi alasan pintu itu terbuka untuk Harfelim Gio Pande Sinaga. (*/)
