Sungailiat – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bangka terus mendorong kemandirian ekonomi kader melalui program Ansor Berdikari dengan mengusung tema “Mengubah Sawit Menjadi Berkah.” Program ini diwujudkan melalui pelatihan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan kader dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis perkebunan kelapa sawit.
Ketua GP Ansor Kabupaten Bangka, Jamal Al Afgani, menegaskan bahwa kader Ansor harus mampu mengambil peran lebih luas, tidak hanya dalam kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga dalam penguatan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, potensi kelapa sawit di Kabupaten Bangka dapat menjadi peluang untuk membangun usaha produktif apabila dikelola dengan pengetahuan, keterampilan, dan semangat kewirausahaan.
“Melalui program Ansor Berdikari, kita ingin mendorong kader agar tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki keterampilan dan kemandirian ekonomi. Potensi yang ada di sekitar kita harus bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai dan membawa keberkahan,” ujar Jamal Al Afgani, Sabtu (10/10).
Pelatihan untuk Membangun Kemandirian
Pelatihan Mengubah Sawit Menjadi Berkah menjadi bagian dari upaya GP Ansor Kabupaten Bangka dalam membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang perkebunan kelapa sawit.
Melalui kegiatan ini, kader diharapkan dapat memahami pentingnya pengelolaan perkebunan secara produktif, pemanfaatan potensi lokal, serta pengembangan peluang usaha yang berkelanjutan.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan kader muda.
GP Ansor Kabupaten Bangka ingin membangun kesadaran bahwa kemandirian ekonomi dapat dimulai dari potensi yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan kemauan untuk belajar dan bekerja sama, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang yang memberikan manfaat bagi kader, organisasi, dan masyarakat.
Ansor Berdikari, Bergerak dari Potensi Lokal
Program Ansor Berdikari membawa pesan bahwa organisasi kepemudaan harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi anggotanya dan lingkungan sekitarnya.
Semangat mengubah sawit menjadi berkah menjadi dorongan agar kader tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan ekonomi daerah, tetapi turut mengambil bagian dalam menciptakan peluang dan membangun kesejahteraan.
Ke depan, program ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah penguatan pemberdayaan ekonomi kader GP Ansor Kabupaten Bangka melalui pengembangan keterampilan, pemanfaatan potensi daerah, dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Dengan semangat Ansor Berdikari, GP Ansor Kabupaten Bangka berupaya menumbuhkan kader yang religius, mandiri, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
