KPU Kabupaten Bangka melalui PPK Pemali melakukan sosialisasi Pilkada ulang kepada pemilih pemula di SMA 1 Pemali. Kegiatan juga melibatkan Panwascam. Foto : Hairul/Kabarbabel.com/JMSI

Sungailiat – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ulang Bupati dan Wakil Bupati Bangka menjadi ajang penting bagi pemilih pemula. Menyusul, 3000-an pemilih Kabupaten Bangka, merupakan pemilih pemula pada gelaran Pilkada 27 Agustus 2025 ini. Komisioner KPU Kabupaten Bangka Zulkifli mengungkapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bangka ulang 2025 meningkat dibanding pada Pilkada 2024. “Ada penambahan sekitar 4.000-an dan itu didominasi dengan masyarakat berumur 17 tahun. Hampir 3.000-an pemilih pemula berumur 17 tahun,” ujar Zulkifli, Selasa (24/6/2025) saat penetapan DPT Pilkada ulang di Kantor Bupati Bangka.

Dalam rapat pleno terbuka jumlah DPT sebanyak 242.582 orang. Terdiri dari 123.983 orang laki-laki dan 118.599 orang perempuan. Berdasarkan rekap Kecamatan Sungailiat memiliki jumlah terbesar dalam DPT sebanyak 70.061 pemilih disusul Kecamatan Belinyu sebanyak 37.933 pemilih dan diurutan ketiga Kecamatan Mendobarat sebanyak 36.773 pemilih. Selanjutnya Kecamatan Pemali 25.552 pemilih, Kecamatan Merawang 22.441 pemilih, Kecamatan Riausilip 21.489 pemilih, Kecamatan Puding Besar 14.462 pemilih dan Kecamatan Bakam 13.811 pemilih.

Untuk TPS yang akan digunakan dalam Pilkada Ulang Kabupaten Bangka 2025 sebanyak 459 TPS tersebar di 81 desa dan kelurahan. Jika dibandingkan dengan Pilkada Serentak 2024 terjadi kenaikan. Dimana dalam Pilkada Serentak 2025 DPT Kabupaten Bangka sebesar 237.930 pemilih.

Sosialisasi Fokus Utama

Sosialisasi kepada pemilih pemula dilakukan untuk meningkatkan partisipasi dan memastikan para pemilih muda memahami proses pemungutan suara secara benar. Ketua KPU Kabupaten Bangka, Sinarto mengatakan, pihaknya memperkuat sosialisasi diberbagai tempat. Kegiatan sosialisasi dilakukan melalui program pendidikan pemilih dan simulasi pencoblosan yang melibatkan siswa SMA dan mahasiswa. Selain menjelaskan tata cara memilih, KPU juga mengingatkan pentingnya menolak politik uang dan hoaks selama masa kampanye. “Kita bekerjasama dengan PPK, PPS termasuk Panwascam untuk mensosialisasikan dengan berbagai cara. Tidak hanya di sekolah, kampus tapi juga merambah ke warung kopi hingga pasar malam,” ucapnya.

Sinarto menegaskan, KPU Bangka berkomitmen menghadirkan Pilkada ulang yang berintegritas dengan data pemilih yang akurat. “Validasi data dan edukasi pemilih berjalan beriringan. Kami ingin pemilih pemula tidak hanya datang ke TPS, tapi juga paham makna memilih secara sadar,” tambahnya.
Tak lupa Sinarto mengajak untuk menyalurkan hak pilihnya pada 27 Agustus mendatang. “Jangan golput ya dek ya,” pintanya.

Salah satu peserta sosialisasi, Desvita, siswi SMA 1 Pemali mengaku kegiatan tersebut membantu dirinya memahami proses pemilihan. “Saya baru pertama kali akan ikut memilih, jadi ini penting supaya tidak bingung di TPS nanti,” katanya. Pilkada ulang Kabupaten Bangka dijadwalkan berlangsung 27 Agustus. Selain pemutakhiran data pemilih, KPU juga bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan.

Pj Bupati Bangka Jantani Ali mengungkapkan dukungan pemerintah daerah untuk turut menyukseskan Pilkada ulang. Jantani Ali juga menekankan kepada ASN di lingkungan Pemkab Bangka agar netral dan tidak campur dalam politik praktis. “Kami dari Pemkab Bangka akan mengkampanyekan bahwa netralitas ASN jadi kami nanti bersama KPU mengkampanyekan ini sehingga para ASN tidak ada yang terlibat politik praktis,” ujar Pj Bupati Jantani Ali.(rul/jmsi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *