Sungailiat — Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate Forki Bangka Belitung (Babel) Piala Ketua Forki Babel menjadi ajang penting untuk menjaring atlet potensial sekaligus mempersiapkan kontingen daerah menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate 2027 yang akan digelar di Bangka Belitung.
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, 9–11 Oktober 2026, tersebut diikuti sekitar 200 atlet dari enam kabupaten/kota serta sejumlah perguruan karate di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ketua Pelaksana Kejurda Karate Forki Babel Achmad Suherman, mengatakan para atlet yang meraih prestasi dalam kejuaraan ini akan menjadi bagian dari proses seleksi untuk mewakili Provinsi Babel pada Kejurnas Karate 2027.
“Selain menjadi ajang silaturahmi, kejuaraan ini juga berfungsi sebagai seleksi untuk Kejurnas Karate 2027 yang akan diselenggarakan di Bangka Belitung,” ujar Suherman, Jumat (9/10).
Menurutnya, para juara nantinya akan dipersiapkan untuk membawa nama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada ajang nasional tersebut.
Kompetisi ini mempertandingkan sejumlah kategori usia, mulai dari Pra Usia Dini, Usia Dini, Pra Pemula, Kadet, Junior hingga kategori Usia 21.
Wakil Ketua Forki Babel, Zaidan, mengatakan Kejurda tersebut diikuti atlet dari enam kabupaten/kota serta sejumlah perguruan karate, di antaranya INKAI, Inkado dan Lemkari.
Ia menyebut jumlah peserta yang mencapai sekitar 200 atlet menunjukkan antusiasme dan potensi perkembangan olahraga karate di Bangka Belitung.
Selain menjadi kompetisi, kejuaraan tersebut juga diarahkan sebagai bagian dari pembinaan atlet secara berkelanjutan, terutama dalam mempersiapkan regenerasi atlet sejak usia dini.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Drs. Arman Agus, mengatakan kejuaraan karate tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam membina karakter generasi muda, menemukan bibit atlet potensial serta mempererat persaudaraan antarkarateka di Bangka Belitung.
“Kejuaraan ini bukan sekadar menentukan juara, melainkan bagian penting dalam membina generasi muda, menjaring bibit atlet potensial, sekaligus mempererat persaudaraan antarkarateka di Bangka Belitung,” ujarnya.
Arman juga berpesan kepada seluruh atlet agar tampil penuh semangat dan percaya diri, namun tetap mengedepankan sportivitas selama pertandingan.
“Menang adalah prestasi, tetapi menjunjung sportivitas adalah kehormatan,” katanya.
Ia menekankan pentingnya keberanian, kerendahan hati dan sportivitas sebagai nilai yang harus dimiliki setiap atlet, baik ketika meraih kemenangan maupun saat menghadapi kekalahan.
Kejurda Karate Forki Babel Piala Ketua Forki Babel diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menjadi fondasi pembinaan atlet karate secara berkelanjutan.
Melalui kompetisi tersebut, proses regenerasi atlet diharapkan dapat dimulai sejak usia dini sehingga Babel memiliki stok atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
