IMG 20220608 WA0088
IMG 20220608 WA0088

Masyarakat Harus Tahu Permendagri Nomor 73 Tahun 2022, Simak Penjelasan Kadisdukcapil Basel

TOBOALI, KABARBABEL.COM – Amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 73 tahun 2022 mulai dijalankan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Dimana dalam aturan permendagri tersebut berbunyi pencatatan nama pada dokumen kependudukan dengan minimal dua suku kata atau paling banyak 60 huruf termasuk spasi.

Seperti disampaikan Kadisdukcapil Basel Benny Supratama pada Rabu (8/6) siang. Dia mengatakan pencatatan nama dua kata di identitas dokumen negara bagi warga baru di Basel mulai diterapkan.

“Mulai kita laksanakan karena aturan itu diberlakukan bertujuan meminalisir nama yang tidak etis di masyarakat, serta pembuatan paspor juga harus menggunakan dua suka kata,” kata Benny Supratama kepada wartawan.

Ia menerangkan, berdasarkan regulasi baru dari Kemendagri RI tentang pencatatan dua nama pada dokumen kependudukan maksimal 60 huruf atau dua kata pada Kartu Keluarga (KK) maupun Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Juga akta kelahiran bagi warga baru di Basel, untuk pembuatan akta kelahiran nanti tidak dicantumkan gelar. Namun ini berlaku untuk warga baru, apabila warga sebelumya masih menggunakan satu kata atau lebih dari 60 huruf, itu tidak harus ganti atau menambah nama,” ujarnya.

Menurut dia, semenjak permendagri ini ditandatangani pada tanggal 11 April 2022, pihaknya masih menemukan warga yang menyampaikan satu kata dalam penggunaan nama pada dokumen kependudukan.

“Masih ada warga yang menyampaikan satu kata dalam penggunaan nama di dokumen kependudukan negara. Jadi kami akan terus mensosialisakan hal ini ke pihak kecamatan, desa dan kelurahan agar masayarakat dapat mengetahui aturan baru ini,” ujarnya.

Begitu juga dengan dokter yang ada di rumah sakit dan puskesmas. Mereka, sambung Benny nantinya akan diberikan sosialisasi juga agar dapat menyampaikan aturan baru ini kepada masyarakat yang baru saja melaksanakan proses lahiran anaknya.

Ia juga mengimbau bagi masyarakat di seluruh daerah di Negeri Junjung Besaoh yang hendak mengurus dokumen pendudukan ke disdukcapil agar menyiapkan terlebih dahulu nama yang cocok atau dua suka kata.

“Hal ini agar mereka tidak bolak balik kerumah, setelah mengetahui adanya aturan itu. Paling tidak solusinya mencantumkan nama orangtua dibelakang nama anaknya, namun dipastikan dulu nama orang tua itu sudah ada dalam data kependudukan,” ucap dia.(dev)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *