DSCF1948
Delli, saat mengecek dan berada di lokasi Perumahan Bumi Arwana Permai Sungailiat Bangka Belitung. Foto : Hairul/Kabarbabel.com

Amplop Nikah dan Hunian Nyaman Bank BTN

Delli tersenyum. Dilihatnya lekat-lekat layar smartphone. Dibacanya perlahan. Pesan itu dari developer perumahan. Isinya. Pengajuan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) rumah subsidi disetujui oleh Bank Tabungan Negara (BTN). Ia bersyukur. Tak butuh waktu lama. Usai berkas-berkas di lengkapi. Kabar gembira. Sudah ia terima. Delli mengingat betul. Peristiwa 5 tahun lalu. Ia ceritakan detail saat Kabarbabel.com bertanya, Sabtu (5/2/2022).

Kala itu, sang suami kata Deli, ingin amplop yang diterima usai menikah, digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat. Setelah diskusi. Diambil keputusan. Amplop tersebut dipakai untuk pengajuan KPR. “Waktu itu untuk depe dan dana mengendap Rp5 juta kita ambil dari amplop pernikahan. Sisa dari amplop kita pakai untuk beli perabot rumah tangga,” kata Delli tersenyum.
Ternyata, keputusan menggunakan amplop nikah kata Delli adalah keputusan yang tepat. Hanya beberapa waktu berada di rumah orang tua, akhirnya Delli bersama suami langsung menempati rumah baru. “Waktu itu kita benar-benar dibantu oleh pihak developer. Dipermudahkan. Baru sedikit yang mengambil rumah waktu itu. Tidak seperti sekarang,” kenang Delli sembari menunjukkan letak rumahnya di kawasan Perumahan Bumi Arwana Permai, Parit 7 Sungailiat, Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kini, sudah 5 tahun KPR tersebut berjalan. Tak terasa. Dengan tempo waktu selama 17 tahun, bagi Delli cicilan sebesar Rp 860 ribu per bulan sangatlah terjangkau. “Saya PNS guru. Kalau suami di swasta,” terangnya. Keputusan mengambil KPR ini pula diceritakan Delli menyebabkan ia bersama sang suami tak pernah merasakan namanya ngontrak. “Saya dan suami berprinsip rumah sebagai investasi yang sangat penting bagi kami milenial. Meski tidak ditinggali, nilai investasi dari properti ini akan terus bertambah setiap tahun dan dapat dimanfaatkan sebagai pendapatan pasif. Kemudian rumah juga bisa dijadikan jaminan sebagai agunan untuk peminjaman modal. Investasi ini pun tidak terlalu terpengaruh inflasi, bisa dijual tidak terikat waktu, dan memiliki potensi besar peningkatan investasi jangka panjang,” ujarnya.

Lain Delli. Lain pula bagi Aryadi. Pekerja swasta di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini mengatakan sempat merasakan hidup ngontrak beberapa bulan. Setelah itu, ia menguatkan diri untuk mengajukan KPR. “Kalau ngontrak, gimana juga punya orang. Kalau bocor, ya kita benerin. Tapi tetap punya orang. Beda dengan KPR,” ujarnya.
Awalnya, Aryadi menjelaskan punya keraguan apakah dapat membayar KPR dengan kebutuhan hidup yang semakin banyak. “Memang sih tapi sebenarnya kalau berani ngontrak ya berani ngaju KPR. Biaya r per bulan kan gak jauh beda,” ungkapnya.

Kini dikatakan dia, bersama sang istri sudah nyaman lantaran punya rumah sendiri. “Walau KPR tapi kalau mertua datang ada kebanggaan lah kalau sudah rumah sendiri. Kalau dulu, selalu ditanya kapan ada rumah sendiri, apa gak bosen ngontrak?” katanya tertawa. Aryadi menjelaskan, proses pengajuan KPR tidaklah se ribet yang dipikirkan. Apalagi, Bank BTN kata dia, familiar dengan teknologi dan update terhadap perkembangan zaman. Salah satunya yakni dengan situs btnproperti.com. “Saya awalnya lihat-lihat perumahan disana. Kita cukup memasukan lokasi yang kita inginkan. Nanti muncul pilihan perumahan sebagai bahan rujukan,” kenangnya. Aryadi menilai, apa yang dilakukan Bank BTN sebagai jawaban menjawab tantangan kaum milenial sekarang. “Ibaratnya sambil rebahan saja bisa,” ucapnya terkekeh.

Pergeseran Pola

Ketua Himpunan Pengembang Pemukiman Dan Perumahan Rakyat (HIMMPERA) Bangka Belitung Himmah Olivia mengakui, adanya pergeseran pola yang dilakukan oleh millenial saat ini. Jika dulu, millenial yang menjadi pengantin baru memilih untuk mengontak rumah, kini mereka lebih memilih perumahan sebagai hunian. “Mungkin pemikiran mereka ya sama saja antara ngontrak dan pengajuan KPR. Ya, notabene banyak mengambil perumahan,” kata Ahim-biasa disapa.

Ahim mengatakan, di tahun 2021 saja dibawah PT HM Sejahtera miliknya, sudah membangun 300 lebih unit rumah. Dimana, sebagian besar adalah pengantin baru atau millenial sebagai penghuni.
“Sebenarnya apa yang dilakukan kayak Deli, juga harus dilakukan millenial lainnya. Rumah kini menjadi sesuatu yang wajib dan kebutuhan. Dan kami terus berkomitmen untuk membantu mewujudkan agar para millenial segera punya rumah,” ungkapnya.

Senada, Bank BTN Kepulauan Bangka Belitung siap membangun 1.500 rumah subsidi di tahun 2022. Misi ini sejalan dengan tugas yang diemban Bank BTN untuk menyediakan rumah layak bagi masyarakat Indonesia melalui Program Sejuta Rumah. Kepala Cabang Bank BTN Babel Yudhistira DA Kharma mengakui, optimis dengan target pembangunan rumah subsidi tersebut. Mengingat, di tahun sebelumnya (2021) ada 1.300 rumah subsidi yang berhasil dibangun. “Kita tetap optimistis dengan komitmen tersebut dapat tercapai didukung pengalaman serta jaringan perseroan yang kuat di bidang perumahan,” kata Yudhistira ditemui di Kantor Bupati Bangka.

Dikatakan dia, permintaan pembiayaan perumahan pada 2021 tetap banyak meskipun pandemi COVID-19 melanda. Pasalnya kata Yudhistira, rumah menjadi suatu kebutuhan pokok bagi masyarakat sekarang. “Meski ada sedikit penurunan di awal pandemi tapi namanya perumahan tetap jadi kebutuhan pokok dan antusiasme rumah subsidi masih sangat besar,” jelasnya.
Sampai saat ini masih kata Yudhistira, bank spesialis pembiayaan perumahan tersebut menawarkan produk KPR Subsidi berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Bank BTN juga banyak memberikan kemudahan-kemudahan bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah. Baik kemudahan sisa masa kredit, uang muka 1 sampai 5 persen dan lainnya. “Semua tergantung dengan mitra atau developer,” ujarnya.

Yudhistira juga mengamini kemudahan seperti yang disampaikan Aryadi. Bahwa, Bank BTN juga merambah digitalisasi. Dituturkannya, hal tersebut seiring dengan kebutuhan masyarakat akan kemudahan bertransaksi secara digital. BTN terus melahirkan inovasi dan solusi digital baru guna memanjakan para nasabah dan calon debiturnya. “Salah satunya dengan pengembangan BTN Properti yang pengunjungnya mencapai 5,3 juta hingga 30 September 2021. BTN properti saat ini didukung lebih dari 3.300 developer dengan jumlah unit yang terdaftar melampaui 750.000 unit dan raihan KPR mencapai Rp750 miliar,” paparnya.

Menurutnya, melalui program digital, Bank BTN melakukan launching revamp desain antar muka (UI/UX) aplikasi BTN Properti dengan memberikan tampilan baru yang lebih minimalis, segar. Juga simple, user friendly dan mudah digunakan, serta juga lebih interaktif dan fitur pencarian yang lebih akurat dan relevan bagi masyarakat.

Konsep Pentahelix

Bupati Bangka Mulkan, SH, MH memberikan apresiasi kepada semua pihak tak terkecuali Bank BTN yang selama ini konsen dalam penyediaan perumahan. Diakui Mulkan, memang peran semua pihak untuk mensejahterakan masyarakat memang dibutuhkan. Tidak hanya pemerintah melainkan swasta hingga media massa. Salah satu wujud mensejahterakan masyarakat ialah penyediaan hunian yang nyaman. Dijelaskan Mulkan, dalam membangun dan memberikan pelayanan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja. Melainkan semua unsur terkait. Konsep ini Mulkan sebut sebagai konsep “Pentahelix”.

Bupati Bangka Mulkan dan Kapolres Bangka AKBP Indra Kurniawan saat membuka rekening Bank BTN.Foto : Hairul/Kabarbabel.com
Bupati Bangka Mulkan dan Kapolres Bangka AKBP Indra Kurniawan saat membuka rekening Bank BTN.Foto : Hairul/Kabarbabel.com

Konsep pembangunan ini terdiri atas unsur pemerintah yang mempunyai “political power” untuk merumuskan sebuah kebijakan melalui keputusan, masyarakat sebagai “social power”, akademisi melalui kekuatan “knowledge power” yang menghadirkan ilmu sehingga hidup yang lebih efektif dan efisien, pebisnis atau pengusaha seperti HIMMPERA dan yang terakhir media massa yang berpengaruh melancarkan proses pembangunan komunikasi yang direncakan oleh pemerintah. Dengan adanya konsep pembangunan pentahelix dengan lima unsur yaitu pemerintah, masyarakat, akademisi, pengusaha dan media massa ini bisa bersatu membangun sinergi dalam pembangunan. “Kita berterima kasih kepada siapapun yang ikut serta membantu pemerintah dalam setiap hal,” tutupnya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *