Ayah Kandung Nekat Setubuhi Anaknya Saat Istri Pulang Kampung, Tenggak Miras Sebelum Lampiaskan Nafsu Bejat

Usmadi alias Madi (37) saat menjalani pemeriksaan oleh JPU Kejari Belitung Yuli Reda, Rabu (4/11/2020). (KabarBabel.com/Ferdi)

TANJUNGPANDAN, KABARBELITUNG.COM – Usmadi alias Madi (37) hanya bisa pasrah dan tertunduk lesu saat dibawa penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Belitung ke Kejaksaan Negeri Belitung, Rabu (4/11/2020).

Perkara pria yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan ini dilimpahkan ke Kejari. Sebelumnya ia diduga melakukan persetubuhan terhadap anak kandungnya sendiri yang masih remaja, sebut saja Mawar (16).

Akibat perbuatan bejatnya, Mawar sempat hamil dan bahkan sempat mengalami pendarahan yang berujung keguguran beberapa bulan lalu. Ia mengaku nekat menggauli anak pertamanya tersebut karena dalam keaadan pengaruh alkohol.

Perbuatan terlarang tersebut dilakukan dirinya di kamar korban di Kecamatan Sijuk, Belitung. Pelaku melampiaskan nafsu bejatnya terhadap darah dagingnya sendiri sebanyak tiga kali.

“Ya saya tidak tau dan tidak sadar, karena pada saat melakukan itu (persetubuhan, red) saya habis minum bir. Untuk waktunya pagi, siang, dan malam dengan selang waktu satu minggu,” kata pria kelahiran Kalimantan ini.

Usmadi mengatakan, kali pertama ia menggauli anak kandungnya itu pada saat istri sedang pulang kampung ke Palembang, kedua dan ketiga pada saat istri sedang tidur.

“Selang waktunya seminggu, saya setiap melakukan habis minum dan pulang kerja dari laut. Saya tidak pernah maksa setiap melakukan persetubuhan itu,” ujar Usmadi.

Mirisnya lagi, ia bahkan tidak mengetahui bahwa anak kandungnya tersebut hamil, pendarahan, dan berujung keguguran.

“Selama saya ditahan di Polres, baru sekali bertemu dengan anak saya, itu pun jarak jauh dari sel tahanan,” ungkap Usmadi.

Sebelumnya diberitakan, berkas perkara pelaku persetubuhan terhadap anak kandung dengan tersangka Usmadi alias Madi (37) dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Belitung, Rabu (4/11/2020).

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Belitung Suwandi menyebutkan, tersangka berikut barang bukti dalam perkara tersebut sudah berada di kejaksaan.

“Ya tadi sudah diterima berkasnya dari penyidik Polres Belitung berikut tersangka dan barang buktinya. Untuk Jaksa Penuntut Umumnya Yuli Reda,” kata Suwandi kepada wartawan, Rabu (4/11/2020).

Suwandi mengatakan berkas perkara tersebut setelah diterima dan dilakukan pemeriksaan secara materiil dan formil, semuanya sudah lengkap P-19 atau tahap dua dan siap untuk diajukan ke persidangan.

“Jadi tersangka sudah resmi menjadi tahanan kejaksaan, sesuai dengan SOP tersangka akan terlebih dahulu menjalani masa tahanan selama 20 hari kedepan sebelum menjalani persidangan,” ujar Suwandi.

Suwandi juga menegaskan pihaknya akan menuntut tersangka semaksimal mungkin, karena JPU mempunyai beberapa pertimbangan yakni korban merupakan anak kandung. Bahkan korban sempat hamil dan keguguran.

Selain itu, lanjut Suwandi, tersangka dalam perkara ini telah melanggar Pasal 81 ayat (3) UU No 17 Tahun 2016, Tentang Perpu No 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan ke (2), atau UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 76 (D) UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan, atau UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal 5 tahun, maksimal 20 tahun penjara.

“Namun JPU harus terlebih dahulu mempelajari fakta-fakta persidangan. Terkait tersangka saat ini masih dititipkan di sel tahanan Mapolres Belitung dengan status tahanan kejaksaan,” sebut Suwandi.

Sebelumnya diberitakan Usmadi alias Madi  (37) terduga pelaku persetubuhan diringkus Jajaran Unit Resmob Sat Reskrim bersama Sat Polair Polres Belitung di daerah Desa Betok Jaya, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimatan Barat, Jumat (7/8/2020).

Warga Kecamatan Sijuk ini ditangkap usai dilaporkan pihak keluarganya karena diduga menyetubuhi anak kandungnya sendiri sebut saja Mawar (16). Bahkan perbuatan bejat pelaku membuat Mawar hamil empat bulan dan keguguran pada Senin (3/8/2020) lalu.

Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Chandra Satria Pradana membeberkan, pengungkapan kasus kasus bermula saat Jajaran Satreskrim Polres Belitung menerima laporan dari pihak keluarga korban pada 27 Juli lalu.

Berbekal laporan tersebut, anggota Sat Reskrim melakukan penyelidikan tetapi korban ternyata syok (shock) dan drop sehingga tidak bisa dimintai keterangan. Bahkan keesokan harinya, korban dibawa ke rumah sakit dan ketika ditanya tidak menjawab.

“Tapi menurut keterangan dokter yang bersangkutan mengalami keguguran di usia kandungan empat bulan. Berarti benar korban ini hamil,” beber AKP Chandra Satria Pradana.

Penyidik lalu memanggil pelaku, namun tidak datang bahkan ditelpon juga tidak bisa dihubungi. Polisi mendapat informasi jika pelaku melarikan diri sehingga memperkuat dugaan mengarah kepadanya. (fat)

About kabarbabel 2428 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.