Penghuni Kawasan Eks Lokalisasi Diminta Pulang ke Daerah Asal, Ini Kata Abang Hertza

PANGKALPINANG – Tim gabungan mengangkut ratusan perempuan dari kawasan eks lokalisasi Teluk Bayur, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (26/9/2020) malam.

Para wanita ini terjaring operasi yustisi sekaligus kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) oleh tim gabungan dari Polres Pangkalpinang, Kodim 0413/Bangka, dan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Sebanyak 113 orang, terdiri atas 102 wanita yang diduga PSK dan 11 orang diduga muncikari, digelandang ke kantor Polres Pangkalpinang.

Mereka semua didata oleh Dinas Sosial Kota Pangkalpinang.

Pengelola tempat di kawasan eks lokalisasi Teluk Bayur diperintahkan untuk memulangkan para wanita tersebut ke daerah asal masing-masing.

Langkah yang dilakukan tim gabungan itu mendapat respons positif dari Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Abang Hertza.

“Secara kelembagaan sangat mendukung karena hal tersebut tidak dibenarkan dalam tatanan pemerintahan Kota Pangkalpinang. Sebetulnya lokalisasi itu sudah lama ditutup dan tidak dibenarkan ada lagi,” kata Hertza kepada Bangkapos.com, Kamis (1/10/2020).

Dia juga berharap agar kawasan eks lokalisasi Teluk Bayur diawasi.

“Setelah penertiban agar ke depan dilaksanakan proses pemantauan secara berkesinambungan. Kalau nanti ada tindakan tegas kita serahkan kepada aparat penegak hukum. Upaya ini tidak hanya untuk Teluk Bayur, tetapi juga tempat atau lokalisasi lainnya,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Pangkalpinang, Achmad Subari.

“Kalau (penghuni kawasan eks lokalisasi Teluk Bayur) harus dipulangkan itu harus diawasi dengan benar, jangan nanti malah ada tempat-tempat baru. Ngakunya pulang tetapi ternyata enggak, mereka ini sudah keenakan karena sudah bertahun-tahun tinggal di sana,” kata Subari.

Salah satu penghuni kawasan eks lokalisasi Teluk Bayur, sebut saja Bunga, mengaku bingung kalau harus kembali ke kampung halamannya.

“Enggak tahu pulang kapan, ada disuruh cepat tetapi enggak tahu belum ada persiapan juga,” kata Bunga saat ditemui di sebuah warung di kawasan Teluk Bayur, Kamis (1/10/2020).

Ditanya mengenai harapannya kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang, wanita asal Jawa Barat tersebut mengaku hanya bisa pasrah dengan kebijakan-kebijakan dari pemerintah tersebut.

“Enggak tahulah terserah-terserah aja, ikut-ikut aja. Penginnya tetap di sini, tetapi kalau enggak bisa enggak tahu,” ujarnya.

 

About kabarbabel 2424 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.