Mahasiswa KKN PPM Ristek UBB Desa Karya Makmur Siap Manfaatkan Sampah Masyarakat

SUNGAILIAT, KABARBABEL.COM – Mahasiswa KKN PPM RISTEK UBB Desa Karya Makmur manfaatkan sampah organik masyarakat untuk diubah menjadi pupuk kompos.

Ini merupakan salah satu program kerja dari divisi kompos yang diketuai oleh Ferdi Ferdiansyah. Fokus utama dari divisi ini adalah pemanfaatan limbah sampah yang ada di sekitar Desa Karya Makmur agar memiliki nilai jual.

Sampah yang dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos adalah sampah organik warga setempat.

Sampah tersebut lebih dulu di ambil oleh petugas kebersihan Desa Karya Makmur yang diambil dari setiap rumah warga setempat. Nantinya sampah tersebut sebelum di kirimkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan di antar dulu ke bank sampah yang ada di samping kantor desa.

Setibanya sampah di Bank Sampah, Mahasiswa KKN PPM Desa Karya Makmur langsung memilah sampah sehingga di daur ulang seperti botol bekas, besi dan lainnya.

Dikarenakan pupuk kompos yang akan di produksi dalam jumlah yang banyak mengakibatkan bahan baku yang digunakan kurang. Sehingga Mahasiwa KKN PPM Desa Karya Makmur memanfaatkan limbah dari Pasar Higenis Air Ruay dan Pasar Kite Sungailiat.

Setelah sampah organik terkumpul semua mahasiswa langsung mencacah sampah dan mencampurkan dengan bahan lainnya.

Ferdi Ferdiansyah selaku Ketua Divisi menjelaskan bahwa hampir dari semua program kerja yang akan dilaksanakan memanfaatkan limbah dari masyarakat desa karya makmur.

“Sebelum kita terjun ke lapangan sebelum KKN kita melakukan survei tempat ternyata ada bak kompos dan mesin pencacah yang sudah lama tidak digunakan lagi. Sehingga kita dari divisi kompos menyusun program agar produksi pupuk kompos Desa Kerya Makmur berjalan kembali,” tutur Ferdi.

Ferdi juga mengatakan bahwa di Desa Karya Makmur ternyata ada Program Bank Sampah. Dimana program ini memiliki mekanisme warga setempat dapat menjual sampah yang bisa di daur ulang. Seperti kardus, botol bekas, besi dll ke pengurus bank sampah Desa Karya Makmur.

Selain itu Canti Yohana yang merupakan anggota divisi Kompos menyatakan bahwa produksi pupuk kompos ini sudah berjalan terhitung dari tanggal 16 juli 2020.

“Untuk produksi pupuk kompos kita udah mulai dari tangga 16 Juli untuk saat ini kita hanya menunggu proses fermentasi dari pupuk komposnya” turur canti.

Selain itu harapannya adalah semua program kerja yang sudah di rencanakan berjalan dengan sukses dan semuanya terlaksana khususnya untuk pupuk kompos yang memerlukan waktu yang cukup lama dalam proses fermentasi.(rul/kbc)

About kabarbabel 2051 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.