Bangka Selatan Ikut Gratiskan Biaya Rapid Test

Pelaksanaan rapid test oleh gugus tugas Provinsi Babel di GSG Kecamatan Pemali. Foto : Hairul/Kabarbabel.com

TOBOALI, KABARBABEL.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan akan memfasilitasi biaya rapid test untuk seluruh pelajar/mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di bangku sekolah dan kuliah di luar Pulau Bangka.

Selain meringankan beban orang tua pada kondisi pandemi saat ini, sisi positif dari menggratiskan biaya rapid test untuk surveilans berapa peta sebaran Covid-19 di Basel melalui pelajar/mahasiswa.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) Basel Supriyadi bilang adanya program itu tak lepas dari peran aliansi mahasiswa yang meminta pemda memfasilitasi biaya rapid test.

“Usulan pembebasan biaya rapid test ini langsung direspon pemda, mengingat situasi di tengah pandemi ini. Apalagi ada manfaatnya kita dapat surveilans peta sebaran covid di Basel melalui mereka,” ujarnya, Jumat (17/7).

Supriyadi mengatakan, program rapid test gratis akan dimulai pada Senin (20/7) ini. Berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan, ada sekitar 500 lebih mahasiswa asal Basel yang terdata kuliah di luar Pulau Bangka.

“Kemarin sudah kita minta ke mahasiswa berapa jumlah yang mau dirapid test. Kata mereka prakiraan sekitar 500 lebih, nanti mereka saling menginformasikan pada aliansi beberapa kota di luar Pulau Bangka ini,” lanjut Supriyadi.

Sementara untuk pelajar yang sekolah di luar Pulau Bangka, pihaknya belum menerima data berapa banyak total semua. Sebab, sambung pria yang juga menjabat sebagai Kepala DKPPKB Basel ini, data itu akan dibawa pada Senin nanti.

“Jadi hari Senin besok sudah dimulai rapid test ini. Jadi bagi pelajar atau mahasiswa yang mau berangkat dalam minggu-minggu ini, langsung dirapid test, jadi tidak bolak-balik. Namun ada syarat, mereka harus bawa kartu pelajar atau mahasiswa,” sebut dia.

Lebih lanjut, jadwal kembali masuk sekolah atau kuliah harus dilampirkan. Sebab yang diberikan fasilitas rapid test adalah mereka yang memang hendak kembali dengan jadwal terdekat lantaran rapid test hanya berlaku selama 14 hari.

“Kenapa harus melampirkan jadwal kuliah atau sekolah, supaya tidak mubazir karena rapid test hanya berlaku 14 hari. Jadi nanti mahasiswa yang datang Senin ini, betul-betul mau berangkat dalam waktu 14 hari kedepan,” terangnya.

Untuk itu, bagi mereka jadwal masuk masih lama, belum diberikan fasilitas rapid. Meski demikian, sepanjang masa pandemi Covid-19 masih berlangsung, program ini akan tetap ada. Dan yang masuk pada bulan Agustus dan September tetap akan difasilitasi.

“Program ini hanya kita berikan sekali, jadi harus benar-benar digunakan yang mau berangkat karena jadwal masuk sudah dekat. Untuk alat, stock di gudang masih ada 1.000 lebih, masih cukup untuk akomodir seluruh mahasiswa,” sebutnya.

“Kenapa kita memilih pelajar, mahasiswa untuk diberikan fasilitas rapid test, karena mereka ini banyak bergerak dengan jiwa muda aktivisnya. Kemana-mana, berkontak dengan banyak orang. Kita bisa surveilans penyebaran covid melalui program ini,” ungkapnya.

Jika nanti dalam rapid test itu ditemukan ada yang reaktif, Supriyadi membeberkan pihaknya akan melakukan diskusi dengan yang bersangkutan. Dilakukan wawancara dan melakukan contact tracing terhadap siapa saja orang-orang disekitarnya.(dev/kbc)

About kabarbabel 2206 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.