Atasi Stunting, PKK Bangka Dorong Anggota Kelola Pangan Lokal B2SA

Ketua TP PKK Bangka Yusmiati Mulkan memberi sambutan kegiatan Beragam Bergizi Seimbang Dan Aman (B2SA). Foto : Hairul/Kabarbabel.com

SUNGAILIAT, KABARBABEL.COM – Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangka mendorong para anggota untuk kreatif dalam mengelola pangan lokal memenuhi cakupan Beragam Bergizi Seimbang Dan Aman (B2SA).

PKK sebagai organisasi wanita memiliki peran penting dalam keluarga agar mampu menciptakan SDM yang tangguh dan kuat dengan asupan pangan yang bergizi, dan tentunya menjadi upaya dalam mengatasi kasus stunting yang berpotensi terjadi di Kabupaten Bangka.

Ketika sosialisasi penyusunan menu B2SA, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangka Yusmiati Mulkan mengatakan kegiatan ini merupakan program kerja rutin PKK dalam meningkatkan kualitas masyarakat tingkat kelurahan agar berperan lebih terutama meningkatkan ketahanan pangan di daerah masing-masing.

“Harapan saya agar kegiatan ini dapat bermanfaat dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam gerak percepatan penganekaragaman pangan lokal. Sehingga tujuan akhirnya membebaskan Kabupaten Bangka dari stunting,” ungkap Yusmiati, Kamis (16/7/2020).

Sementara itu, Wakil Bupati Bangka Syahbudin mengatakan Pemerintah Kabupaten Bangka turut berupaya menjamin ketersediaan pangan, baik dari kualitas dan kuantitas. Sehingga mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat, dengan tujuan untuk membangun SDM yang menjadi tonggak utama pembangunan daerah.

“Faktor gizi tersebut sangat mempengaruhi. Salah satu permasalahan gizi sekarang yaitu stunting, sehingga hal tersebut perlu kita atasi dengan cepat dan tepat,” kata Syahbudin.

Makanan beragam bergizi B2SA, tidak hanya menggantikan beras secara total melainkan menggantikan keanekaragaman pangan sehingga mampu memenuhi kebutuhan protein kerbohidrat dan zat lain yang dibutuhkan tubuh.

Dengan pelatihan yang diikuti 89 anggota PKK di Kabupaten Bangka setidaknya dapat memberikan pemahaman kepada keluarga untuk mengkonsumsi keanekaragaman pangan di rumah.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan menyebutkan prevalensi stunting di Kabupaten Bangka data terakhir per Februari 2020, Baduta (bawah dua tahun) 2,62 persen atau 744 anak dan Balita (bawah lima tahun) 2,68 persen atau 371 anak dari total pemantauan terhadap 30.683 balita, termasuk 14 ribu lebih baduta.

Untuk itu, melalui gerakkan B2SA pemanfaatan pangan lokal PKK ini diharapkan mampu mewujudkan Kabupaten Bangka bebas dari stunting.(rul/kbc)

About kabarbabel 2024 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.