Masyarakat Pro dan Kontra Ikut Hadiri Sidang PT BAA

Kuasa Hukum PT BAA, Arifin Sitorus. Foto : Hairul/Kabarbabel.com

SUNGAILIAT, KABARBABEL.COM – Masyarakat Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka yang pro dan kontra terhadap keberadaan PT Bangka Asindo Agri (BAA), ikut hadir memantau sidang lanjutan class action di Pengadilan Negeri Sungailiat, Senin (13/7) kemarin.

Kedatangan puluhan masyarakat Kenanga ini hanya untuk memberikan dukungan moril kepada kedua belah pihak. Selama persidangan berjalan, situasi berlangsung kondusif. Meskipun, tempat duduk masyarakat pro dan kontra dipisah oleh pihak pengadilan.

Kuasa Hukum PT BAA, Arifin Sitorus dari Kantor Otoritas AR Tampubolon mengatakan, saat persidangan pembuktian berlangsung, pihaknya melihat bukti bukti yang diajukan oleh penggugat penuh dengan rekayasa.

“Ada warga Cianjur, ada warga Nganjuk dan banyak lagi kejanggalan kejanggalan. Selain itu disitu ada warga RT 01 Kenanga, tapi disitu isinya warga dari RT lain serta menyebutkan disitu warga RT 08 tapi isi dari daftar bukti itu beda dari apa yang mereka nyatakan,” katanya usai persidangan.

Untuk itu, ia berharap pada persidangan selanjutnya, Majelis Hakim yang memimpin persidangan dapat menjadikan hal tersebut untuk menolak semua gugatan penggugat.

“Harapan kita hal hal itu menjadi pertimbangan majelis hakim untuk menyatakan gugatan ini tidak sah,” katanya.

Tak cuma itu saja, sejak masalah ini masuk ke gugatan class action, timbul keresahan di tengah tengah masyarakat atas sikap ketidakjujuran dan kebohongan yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum warga yang mengatasnamakan masyarakat Kenanga ini.

Untuk itu Arifin berharap pada persidangan pekan depan dengan agenda putusan terkait sah atau tidaknya gugatan class action tersebut, majelis hakim yang menyidangkan perkara itu memutuskan perkara yang dimaksud tidak memenuhi syarat.

“Karena apa, masyarakat berharap perusahaan ini terus berjalan dan semakin besar sehingga kesejahteraan masyarakat bisa semakin meningkat dan petani pun ikut tenang menanam singkong serta dapat menjual hasil tamannya ke perusahaan ini,” katanya.

Kuasa hukum penggugat class action Zaidan mengatakan, dalam sidang kali ini pihaknya menyampaikan pembuktian dalam gugatan class action yang diperiksa oleh majelis hakim. Keputusan akan diumumkan apakah sah atau tidaknya gugatan tersebut pada sidang minggu depan.

“Kita selalu optimis bahwa gugatan tersebut akan diterima majelis hakim,karena sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 tahun 2002 tersebut,” katanya.

Zaidan mengaku kasihan dengan masyarakat Kenanga. Mereka konflik horizontal sesama warga.
Mereka yang hidup di Kenanga, saling curiga dan bermusuhan.(rul/kbc)

About kabarbabel 2042 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.