16 Syarat Gelar Pesta Pernikahan di Masa Tatanan Normal Baru

Sekretaris GTPPC-19 Babel Mikron Antariksa. Foto : Hairul/Kabarbabel.com

PANGKALPINANG, KABARBABEL.COM – Dalam tatanan normal baru, pemerintah sudah memperbolehkan masyarakat yang ingin menikah dan menggelar pesta pernikahan.

Namun, pesta pernikahan yang akan dilaksanakan, harus sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Paling tidak, terdapat 16 syarat yang harus dipatuhi.

Ketua Sekretariat Pusdalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) Babel, Mikron Antariksa menjelaskan, ada 16 hal yang harus dilaksanakan oleh pelaksana resepsi/ hajatan, agar dapat meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19. 

 Berikut 16 poin yang harus dipenuhi:

  1. Pembatasan jumlah tamu undangan (kapasitas jumlah orang dalam ruangan, maksimal 50 persen dari kapasitas kondisi normal).
  2. Pencantuman pembagian waktu dalam 2 atau 3 shift di kartu undangan resepsi/hajatan, dimana dalam 1 shifnya (maksimal 2 jam per shift) maksimal terdiri dari 100 orang.
  3. Pada kartu undangan resepsi/hajatan, wajib mencantumkan tulisan “Bagi tamu yang dalam kondisi fisik kurang sehat dan anak-anak di bawah umur, dengan hormat untuk menunda dulu kehadirannya. Kami sangat memaklumi jika Bapak/Ibu/Sdr/i, tidak dapat memenuhi undangan kami”
  4. Semua panitia, undangan, fotografer, perias dan lain-lainnya wajib mematuhi protokol kesehatan : 
    a. Menggunakan masker atau faceshield. 
    b. Menjaga jarak satu sama lain minimal 1 meter. 
    c. Khusus untuk panitia, fotografer, perias dan lain-lainnya wajib menggunakan sarung tangan karet.
  5. Pintu masuk dan pintu keluar undangan : 
    a. Pintu masuk dan pintu keluar undangan disiapkan secara terpisah. 
    b. Pada pintu masuk disiapkan petugas untuk mengukur suhu para tamu undangan (suhu maksimal 37 Celcius). 
    c. Pada pintu masuk dan pintu keluar tamu undangan, disediakan tempat mencuci tangan (dengan air yang mengalir dan sabun) atau handsanitizer.
  6. Tamu undangan dilarang melakukan kontak fisik (salaman/cipika cipiki) dengan penerima tamu, pengantin, tuan rumah, panitia dan atau sesama undangan
  7. Untuk meja makanan dan minuman : 
    a. Panitia resepsi/hajatan wajib menggunakan masker, faceshield dan sarung tangan karet. 
    b. Makanan dan minuman yang disajikan, sebaiknya dalam bentuk kemasan/kotak dan bukan prasmanan. 
    c. Menjaga jarak antar undangan minimal 1 meter, dalam mengambil/mengantri makanan dan minuman yang sudah disediakan.
  8. Disarankan untuk tidak menyediakan cindera mata untuk tamu undangan.
  9. Menyiapkan kotak/tempat khusus untuk sumbangan jika tuan rumah memberikan izin pemberian sumbangan dan pemberian bukan dalam wujud barang. Sebelum dibuka kotak sumbangan dan isi pemberian sumbangan dari tamu undangan, sebaiknya dilakukan penyemprotan disinfektan. 

 10. Foto bersama hanya dilakukan oleh keluarga inti dan atau tamu undangan yang diperkenankan oleh tuan rumah.

 11. Fotografer dilarang menerima permintaan foto HP dari tamu undangan. 

 12. Menempatkan beberapa petugas/panitia di pelaminan untuk mengawasi para tamu undangan agar tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

 13. Pemasangan spanduk imbauan dekat pelaminan yang bertuliskan : “Dimohon untuk tidak kontak fisik, cukup katupkan kedua tangan mu, silahturahmi tetap terjalin utuh. Terima kasih”.

 14. Tamu/keluarga yang berasal dari luar kota sebaiknya untuk tidak diundang, kecuali dengan pertimbangan khusus dari tuan rumah.

 15. Tuan rumah diharapkan untuk dapat mengundang tamu undangan, sesuai dengan skala prioritas.

  1. Selain ketentuan-ketentuan di atas, semua orang yang terlibat dalam kegiatan ini, dengan penuh kesadaran untuk wajib dan patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan yang sudah ditentukan.(rls)
About kabarbabel 2051 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.