Masyarakat Desa Rebo Tolak Aktivitas Pengelolaan Kawasan Hutan Lindung Pantai

Masyarakat Desa Rebo menggelar aksi unjuk rasa terkait penolakan pengelolaan lahan hutan lindung oleh PT Watana Segar Alam. Foto : Hairul/Kabarbabel.com

SUNGAILIAT, KABARBABEL.COM – Ratusan masyarakat Desa Rebo, Kabupaten Bangka menggelar aksi unjuk rasa penolakan aktivitas oleh salah satu perusahaan, Kamis (9/7) pagi.

Pengelolaan Kawasan Hutan Lindung Pantai disebut tidak ada sosialisasi ke masyarakat setempat. Atas dasar tersebut, masyarakat menuntut keadilan.

Koordinator aksi unjuk rasa Fen Kho menjelaskan, masyarakat Rebo menolak keputusan Gubernur Bangka Belitung Nomor 188.44/1094.K/Dishut/2019 tentang pemberian izin usaha pemanfaatan lingkungan wisata alam.

“Sampai hari ini tidak ada sosialisasi apapun ke masyarakat. Kita tidak pernah tahu mau dibangun apa, siapa pekerjanya. Tidak ada sosialisasi apapun,” kata Fen Kho.

Menurutnya, lahan yang diberikan izin adalah lahan milik masyarakat Desa Rebo sejak turun temurun. Bahkan, tanam tumbuh berikut pajak bumi dan bangunan juga dibayarkan. Masyarakat kata dia, jelas mempersoalkan tumpang tindih terkait lahan tersebut.

“Makanya kita juga kaget. Masyarakat bayar pajak, tiba-tiba muncul izin usaha. Kan ini tumpang tindih jadinya,” tambahnya.

Untuk itu, pihaknya menolak dan meminta gubernur Babel meninjau kembali dan mencabut izin yang sudah diberikan.

Fen Kho menegaskan, akan menggelar aksi unjuk rasa gelombang dua jika tuntutan masyarakat tak juga diindahkan. “Kebetulan nanti akan ada Menteri Kehutanan Siti Nurbaya. Kita akan minta dan sampaikan ini,” tutupnya.(rul/kbc)

About kabarbabel 2195 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.