Tolak Disahkan, Fraksi PKS-PAN-Hanura Nilai Perda Perumda Bangka Sangat Dipaksakan

Anggota DPRD Bangka Marianto. Foto : Hairul/Kabarbabel.com

SUNGAILIAT, KABARBABEL.COM – Fraksi PKS-PAN-Hanura DPRD Kabupaten Bangka menyatakan penolakan atas pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perumda Agro Lestari Mandiri, Senin (29/6).

Penolakan itu menurut Ketua Fraksi PKS-PAN-Hanura DPRD Bangka Marianto.,S.Sos lantaran, dianggap prematur untuk disahkan menjadi peraturan daerah.

Marianto menyampaikan, pihaknya sudah melakukan studi banding ke Belitung dan berkonsultasi ke Kementerian Dalam Negeri terkait hal ini. Salah satunya adalah mengenai penyertaan modal dari Perumda tersebut.

“Penyertaan modal harus ada analisis. Resiko, investasi, peruntukan. Tidak serta merta penyertaan modal. Ada tidak analisanya selama ini. Yang ada bias,” kata Marianto.

Ia mencontohkan, pihaknya sudah melakukan kontra dengan analisa manajemen. Namun menurut dia, hasilnya tidak nyambung. “Analisa manajemen menjelaskan dalam waktu tiga bulan bisa menghasilkan Rp2,1 miliar. Sementara tim analisis menyatakan Rp30 miliar. Dimana sinkronnya?,” tanya Marianto.

Untuk itu, Fraksi PKS-PAN-Hanura sambung dia menolak untuk disahkan perda tersebut lantaran dinilai sangat prematur. “Perlu dibahas secara konfrehensip,” bebernya.

Selain itu kata Marianto, manajemen Perumda menginginkan dalam jangka pendek sektor yang digarap adalah pariwisata. Ini berbeda dengan pemda yang menginginkan asumsi keuangan bisa didapat dari perbaikan PLTS.

Meski demikian, Marianto mengaku tidak bisa berbuat banyak lantaran fraksi lain di DPRD Kabupaten Bangka menyatakan persetujuan terhadap pengesahan raperda tersebut. “Ini dinamika politik,” ucapnya.

Marianto berharap, pemerintah dapat fokus sehingga bukan hanya dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) saja melainkan dapat menjadikan Bangka mandiri dan sejahtera.(rul/kbc)

About kabarbabel 2248 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.