Burung yang Gagal Diselundupkan Dilepasliarkan di Hutan Lindung

PANGKALPINANG, KABARBABEL.COM – Karantina Pertanian Pangkalpinang bersinergi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan Resort Bangka, Polda Bangka Belitung, Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Animal Lover Bangka Islan (ALOBI) melepasliarkan burung yang hendak diselundupkan ke Tanjungpriok, Jakarta, Senin (22/6).

Pelepasliaran satwa liar yang terdiri dari Burung Kolibri Wulung 419 ekor, Burung Kolibri Ninja 8 ekor dan Burung Sepah Raja 3 ekor dipusatkan di salah satu hutan lindung yang ada di Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Karantina Pertanian Pangkalpinang drh. Saifuddin Zuhri, didampingi kasi karantina hewan drh. Akhir Santoso, Perwakilan BKSDA, Polda Bangka Belitung, Dinas Kehutanan dan ALOBI.

“Jenis burung yang berhasil diamankan Karantina Pertanian Pangkalpinang salah satunya jenis burung yang diliindungi yaitu Burung Sepah Raja sebanyak 3 ekor. Kami berharap burung atau satwa liar tersebut bebas dari perburuan melihat populasi dan ekosistem burung ini sudah mulai punah,” kata dia.

Zuhri menambahkan, pelepasliaran satwa ini merupakan suatu bentuk sinergisitas balai karantina dengan BKSDA dalam rangka melestarikan sumber daya alam.

“Ini adalah suatu hal yang luar biasa jadi untuk ke depannya perlu ditingkatkan lagi dalam hal menjaga kelestarian sumber daya alam hayati maupun nabati yang ada, terutama di Bangka Belitung ini,” ujarnya.

Zuhri juga menuturkan pelepasliaran ini merupakan fungsi Karantina Pertanian dalam rangka mencegah masuknya hama penyakit hewan karantina dan melindungi kelestarian sumber daya alam salah satunya satwa dilindungi.

“Adapun yang lebih berwenangnya lebih kepada BKSDA karena selaku yang berwenang dalam hal menjaga kelestarian alam terutama untuk satwa yang dilindungi sebelum dilalulintaskan,” tutup Zuhri.(rul/kbc)

About kabarbabel 2187 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.