Satpol PP Sita Arak dari Toko Kelontong Milik EM, Tergiur Keuntungan Rp 100 Ribu Perjeriken

Satpol PP Belitung saat menyita arak dari EM. (IST)

TANJUNGPANDAN, KABARBABEL.COM – Pemilik warung kelontong Jalan Lettu Mad Daud, Kelurahan Parit, Tanjungpandan EM (44) tergiur menjual arak karena keuntungannya yang lumayan besar.

EM mengaku sudah menjual arak dalam dua bulan terakhir. Ia menjual arak seharga Rp 15 ribu setiap kampilnya (kantong plastik). Keuntungan yang didapat Rp 100 ribu dalam setiap jeriken arak yang berhasil dijualnya.

“Iya saya baru dua bulan jualan. Araknya biasa diantar orang langsung ke toko, kadang saya ngambil sendiri,” kata EM saat ditemui KabarBabel.com di Kantor Satpol PP Kabupaten Belitung, Sabtu (13/6/2020).

Untuk mendapatkan keuntungan tersebut, EM harus mengeluarkan modal sebesar Rp 350 ribu perjeriken arak. Satu jeriken arak biasa habis dalam waktu sekitar empat hari.

“Penjualannya tidak menentu, tapi rata habis itu dalam waktu paling lama empat hari,” ujar EM.

EM dipanggil Satpol PP Kabupaten Belitung usai kedapatan menjual arak di warung kelontong miliknya, Jumat (12/6/2020) malam. Bahkan berkas perkara EM terancam bakal naik ke meja hijau.

Sebelumnya Satpol PP Kabupaten Belitung kembali menyita minuman beralkohol jenis arak, Jumat (12/6/2020) malam. Kali ini dari salah satu toko kelontong milik warga yang terletak di Jalan Lettu Mad Daud, Kelurahan Parit, Tanjungpandan.

Setidaknya sebanyak 20 liter arak berhasil diamankan oleh petugas. Sebelum menyita arak tersebut, sebelumnya petugas Satpol PP menjaring seorang laki-laki yang menenggak di kawasan Pasar Berehun, Kelurahan Parit.

Kepala Seksi (Kasi) Penertiban, Operasional, dan Pengendalian Satpol PP Belitung Rully Hidayat mengatakan, dari hasil penelusuran laki-laki yang diamankan tersebut diperoleh informasi asal arak.

“Kemudian dilakukan pengembangan dengan membawa orang tersebut ke warung dimana dia membeli arak, Alhamdulilah membuahkan hasil,” ungkap Rully Hidayat kepada KabarBabel.com, Sabtu (13/6/2020).

Rully Hidayat menambahkan pemilik toko kelontong atas nama EM (44) sudah dilakukan pemanggilan guna pemeriksaan dan menandatangani surat pernyataan.

Selain itu, lanjutnya, berkas yang bersangkutan telah dilimpahkan ke Bidang Penegakan Peraturan Undang-Undang Daerah (PUD) Satpol PP untuk proses lebih lanjut.

“Berdasarkan instruksi dari kepala satuan, berkas EM akan dinaikkan ke pengadilan untuk menjalani sidang tipiring dalam waktu dekat,” kata Rully Hidayat.

Saat ini Satpol PP sedang gencar melakukan penertiban dan razia terutama peredaran miras jenis arak dan tuak, kenakalan remaja, dan kegiatan yang bisa mengganggu ketentraman masyarakat.

Hal ini bertujuan agar terciptanya wilayah kondusif ditengah pandemi Covid-19 yang juga melanda Kabupaten Belitung saat ini, serta menjauhkan masyarakat dari hal-hal yang tidak diiinginkan.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar secepat mungkin memberi tahu kepada Satpol PP apabila ada aktivitas pembuatan dan peredaran minuman beralkohol terkhusus jenis arak dan minuman lainnya di lingkungan sekitar. (mg1)

About kabarbabel 2044 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.