Pesan Data Kronologi Pasien Positif Covid-19 yang Beredar Tuai Kontroversi, Begini Penjelasan Camat Belinyu

Camat Belinyu Syarli Nopriansyah. (IST)

BELINYU, KABARBABEL.COM – Ramai beredar data kronologis kontak RK ke berbagai grup aplikasi pesan WhatApps pasca RK yang merupakan warga asal Belinyu dinyatakan positif Covid-19.

Peredaran pesan itu menuai kontroversi karena sebagian orang menganggapnya sudah menyangkut privasi RK, namun belakangan diketahui kejelasan persoalan pesan memiliki niat dan tujuan baik itu.

Ketua Posko Bersama Gugus Tugas Siaga Darurat Bencana Covid-19 (Corona) Kecamatan Belinyu sekaligus Camat Belinyu Syarli Nopriansyah mengatakan, data kronologis perjalanan kontak RK hingga dinyatakan positif Covid-19 dibuat oleh RK.

Setelah itu, RK mengirimkan ke Camat Belinyu termasuk beberapa orang yang dianggap penting. “Untuk kepentingan tim dan tracking,  data kronologis RK itu kita koordinasikan ke Puskesmas Kecamatan Belinyu. Rk juga mengirimkan tidak hanya ke gugus,” kata Syarli kepada KabarBabel.com, Kamis (4/6/2020).

Syarli menambahkan, pesan WA tersebut ditujukan sebagai wujud rasa bersalah RK dan melaporkan kronologis agar pihak berwenang mudah melakukan tracking serta penanganan lainnya. Hal ini bertujuan agar dapat menekan peredaran Covid-19.

Data tersebut telah diizinkan RK untuk diteruskan guna memudahkan tracking sumber penyebaran Covid-19 serta warga kontak primer dengan RK. RK juga ditegaskan bukan anggota TNI AL sebagaimana isu yang beredar tetapi merupakan Pekerja Harian Lepas (PHL) di kantor POM AL, Pangkalpinang di Selindung.

“Masalah kebocoran kronologis yang dibuat RK lebih luas ke publik kita tidak paham. Namun dalam hal ini kita tegaskan, dari RK tidak keberatan juga itu menyebar karena untuk memudahkan tracking. Apalagi istrinya juga orang kesehatan jadi memahami hal ini, saya juga telah menghubungi RK untuk mendapat izin menjelaskan ini (soal data kronologis RK yang terjangkit Covid-19),” papar Syarli.

Di sisi lain,  Mako Lanal Babel juga tidak perlu dikhawatirkan kondisinya. Sebab, telah dilakukan rapid test kepada personel di Mako Lanal Babel dengan seluruh hasilnya non reaktif.

“Kita infokan juga kalau Mako Lanal Babel yang di Belinyu kondisinya masih clear, dalam rapid test yang dilakukan pihak Lanal Babel semua hasilnya non reaktif. Masyarakat tak perlu khawatir,” tambah Syarli.

Saat ini pihaknya sedang fokus melakukan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 dari klaster Kapal Keruk Singkep. Disinyalir, terdapat beberapa warga kontak dengan pekerja kapal keruk milik BUMN PT Timah Tbk tersebut.

“Kita akan tracking yang kontak dengan ABK kapal singkep ke Belinyu. Ada beberapa orang yang terduga untuk selanjutnya dilakukan rapid test atau bila perlu swab,” sebut pria lulusan STPDN tahun 2007 ini. (red/kbc)

About kabarbabel 2206 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.